Kisah Pemuda Sukses Mengembangbiakan Iguana, Pembelinya Hingga Amerika

Iguana peliharaan Yanuar , ternyata menguntungkan dan mempunyai prospek (Sariagri/ Arief L)

Editor: Andry - Rabu, 28 April 2021 | 15:00 WIB

SariAgri - Anjuran membatasi mobilitas keluar rumah selama pandemi COVID-19, justru berbuah manis bagi Yanuar Setyawan, pemuda peternak iguana asal Desa Kaotan Kecamatan Kota Lamongan Jawa Timur.

Satwa jinak sejenis kadal asal endemi negara Amerika Latin dan Karibia yang diternakkannya ini kini mulai banyak diminati konsumen dari berbagai daerah di Indonesia. Omset mencapai puluhan juta dalam sebulan.

“Saya memulai peternakan iguana ini sejak lima tahun lalu. Dari hobi akhirnya keterusan hingga kini. Saat memulai peternakan iguana, saya sering gagal dalam menetaskan telur iguana. Namun kini sudah tahu solusinya dan gampang populasinya,“ papar Yanuar kepada Sariagri, Rabu (28/4).

Yanuar mengaku belajar beternak iguana secara otodidak dari berbagai sumber di internet. Menurutnya mengembangbiakkan iguana cukup mudah. Hanya dibutuhkan makanan iguana berupa sayuran dan buah yang banyak dijual di pasar. Proses perawatan juga hanya sebatas membersihkan kandang dan memberikan cahaya matahari yang cukup.

Untuk mengembangbiakkan iguana ini, Yanuar menggunakan cara koloni. Satu koloni diisi satu pejantan dengan tiga hingga empat betina. Saat ini Yuniar memiliki enam kandang koloni indukan iguana dengan delapan jenis iguana yang dikembangbiakkannya, mulai dari jenis red het albino hingga rino ceros iguana

Yanuar menjelaskan, indukan iguana tidak bertelur sewaktu-waktu namun memiliki musim tertentu yakni bisa di awal musim penghujan atau di penghujung musim hujan. Satu kali menetas, jumlah telur yang dihasilkan bisa mencapai puluhan butir.

Yanuar sedang mengurus iguana peliharaannya (Sariagri/Arief L)
Yanuar sedang mengurus iguana peliharaannya (Sariagri/Arief L)

“Iguana setahun sekali bertelurnya, jumlahnya mencapai 25 telur untuk indukan yang baru bertelur. Namun untuk indukan yang telah berumur dua atau tiga tahun mampu bertelur lebih dari 50 butir. Bahkan pernah saya punya indukan yang mampu bertelur sebanyak 98 butir, “ paparnya.  

Harga anakan iguana bervariasi tergantung jenisnya.  Mulai dari Rp300.000 hingga Rp30 juta per ekor. Dari banyak macamnya, jenis red albino saat ini menjadi iguana yang paling mahal harganya dan paling diburu yakni paling murah mencapai Rp30 juta per ekornya.  

Untuk menjaring pelanggan, Yanuar memanfaatkan media sosial. Bahkan saking banyaknya yang tertarik untuk memasarkan iguana, tidak sedikit pula yang kemudian bersedia menjadi reseller. Selain memiliki pelanggan tetap dalam negeri, Yanuar mengaku juga telah merambah pasar hingga ke negara-negara Asia Tenggara dan juga Amerika.

“seperti iguana anakan yang baru berumur tujuh hari ini, sudah dipesan oleh pelanggan asal Amerika. Tinggal nunggu anakan iguana ini sudah bisa makan dan minum sendiri baru saya kirim,“ pungkasnya bangga.

Video Terkait



Baca Juga: Kisah Pemuda Sukses Mengembangbiakan Iguana, Pembelinya Hingga Amerika
Maggot Potensial sebagai Alternatif Pangan dan Pakan