Peneliti: Tepung Daun Kelor Mampu Tingkatkan Reproduksi Kambing Jantan

Ilustrasi Kambing Kacang Jantan UB4 (Sariagri/Arief L)

Editor: Reza P - Sabtu, 17 April 2021 | 08:00 WIB

SariAgri - Kambing kacang merupakan salah satu bangsa kambing lokal yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Ternak yang tergolong sebagai hewan ruminansia kecil ini banyak dipelihara masyarakat pedesaan karena memiliki cita rasa daging yang baik dan berkontribusi terhadap total pendapatan pertanian secara substansial.

Dilihat dari segi produksinya juga memegang peranan penting untuk menumbuhkan aktivitas pendapatan sebagian besar petani kecil disamping menjadi sumber protein hewani yang menunjang ketahanan pangan nasional.

Peningkatan konsumsi daging kambing dari tahun ke tahun perlu diimbangi dengan penguatan populasi kambing secara signifikan. Hal ini dilakukan agar kambing kacang tidak mengalami kepunahan akibat jumlah penyembelihan yang cenderung meningkat untuk memenuhi permintaan pasar.

Upaya pelestarian ini dapat dilakukan dengan menerapkan strategi penggunaan teknologi untuk meningkatkan mutu genetik, pakan maupun manajemen pemeliharaannya. Namun muncul kendala dalam hal keterbatasan hijauan pakan.

Oleh karenanya perlu dilakukan penanaman leguminosa dan tanaman pohon yang berkualitas serta memiliki nilai nutrisi tinggi seperti gamal, lamtoro, turi, katuk, nangka, trembesi, tanaman kelor, dan lain-lain.

Guna pemenuhan ketersediaan pakan bernutrisi tinggi bagi kambing kacang, mahasiswa Program Doktor Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) Malang yang juga sekaligus Dosen Fakultas Pertanian Jurusan Peternakan Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri, Efi Rokana, S.Pt.,MP berinovasi melalui daun kelor (Moringa oleifera Lamm) sebagai pengganti  bahan pakan sumber protein yang konvensional.

“untuk sumber protein pakan yang baik bagi kambing kacang saya gunakan tepung daun kelor. Hasil penelitian yang telah saya kembangkan ini, sangat baik digunakan sebagai suplemen pakan untuk meningkatkan produksi ternak unggas maupun ruminansia, “ terangnya kepada SariAgri, jum’at (16/4).

Lebih jauh Efi menjelaskan tanaman kelor mengandung nutrisi, senyawa bioaktif, protein, asam amino, mineral, vitamin, kalsium, zat besi, potasium, magnesium, selenium, zinc, dan vitamin B komplek yang mana merupakan nutrien esensial yang dibutuhkan oleh ternak dan manusia.

Sedangkan daun kelor kering banyak mengandung vitamin C, vitamin A, potassium, zat besi, dan protein.

“Kandungan asam amino daun kelor termasuk tinggi, sehingga dapat menjadi sumber protein sebagai suplementasi bagi ternak ruminansia yang dapat menggantikan bahan pakan sumber protein konvensional.” Jelas Efi.

Penjelasan tersebut dijabarkan dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Substitusi Pakan dengan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lamm) dalam Konsentrat Terhadap Peningkatan Performa Reproduksi Kambing Kacang Jantan.”

Baca Juga: Peneliti: Tepung Daun Kelor Mampu Tingkatkan Reproduksi Kambing Jantan
Pemberian Rumput Laut Pada Pakan Sapi Bisa Turunkan Emisi Metana 80 Persen

Dalam penelitiannya Efi menggunakan sampel 16 ekor kambing kacang jantan berumur 1-1,5 tahun untuk diberikan campuran pakan seperti rumput gajah, konsentrat dan tepung daun kelor dengan perlakuan 0 hingga 30 persen.

Hasilnya, Efi menyimpulkan substitusi tepung daun kelor dalam pakan konsentrat dapat meningkatkan efisiensi pakan, pertambahan bobot badan, lingkar dan volume skrotum, profil darah, tingkah laku seksual, dan kualitas semen kambing kacang jantan.

Video Terkait