Penyelundupan Ratusan Burung Melalui Bus Digagalkan Petugas Karantina

Bus yang digunakan untuk menyelundupkan burung diperiksa petugas (Sariagri/Iwan)

Penulis: Andry, Editor: Reza P - Kamis, 25 Maret 2021 | 10:30 WIB

SariAgri - Ratusan burung berbagai jenis yang akan diselundupkan ke Bandung dari wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, digagalkan Pihak Karantina Pertanian Lampung. Penyelundup menggunakan kotak-kotak kayu saat menyelundupkannya dan ditemukan di bagasi bus.

“Sebanyak 262 ekor burung itu akan diselundupkan menggunakan bus Indramayu. Kami sita karena tidak memiliki dokumen karantina, dan tidak dilaporkan ke pejabat karantina,” ungkap Isaias, Dokter Hewan Karantina Pertanian Lampung.

Isaias juga menyatakan bahwa ada jenis burung yang dilindungi yang akan diselundupkan. Yakni Cucak Ijo 7 ekor, Cica Daun Kecil 1 ekor, Cucak Ranting 1 ekor, dan Cica Daun Sumatra (Kinoi) 26 ekor.

Sementara jenis burung lain yang diselundupkan menurut Isaias adalah Cucak Kerinci 6 ekor, Cucak Mutiara 3 ekor, Burung Madu 12 ekor, Poksay Mandarin 4 ekor, lalu Siri-siri 7 ekor.

“Kemudian Srigunting 9 ekor, Air Mancur 23 ekor, Pleci 130 ekor, Rambatan 7 ekor, Jalak Kebo 24 ekor, Kepodang Hitam 1 ekor, dan Cucak Kelabu 1 ekor,” tambahnya.

Burung yang berusaha diselundupkan dari OKI ke Bandung (Sariagri/Iwan)
Burung yang berusaha diselundupkan dari OKI ke Bandung (Sariagri/Iwan)

Menurut Isaias, penyelundupan itu digagalkan saat petugas Karantina Pertanian Lampung melakukan razia di pintu masuk Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni. Jalur itu merupakan jalur paling sering digunakan, karena langsung menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Melalui Bus Digagalkan Petugas Karantina
Ternyata Lalat Tentara Hitam Cocok Sebagai Alternatif Pakan Ternak

Satwa burung yang terjaring dalam razia tersebut kemudian dibawa ke Kantor Karantina Wilayah Kerja Bakauheni. Pihak Karantina selanjutnya akan melakukan penahanan, sambil menunggu proses selanjutnya untuk dilakukan serah terima ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung-Bengkulu.

Petugas juga masih memeriksa sopir bus guna mencari informasi siapa pelaku yang mengirim burung-burung tersebut. Pengirim maupun penerima burung-burung ini dianggap melanggar peraturan UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

“Hukumannya maksimal dua tahun penjara dengan denda paling banyak Rp2 miliar,” pungkas Isaias.

Video Terkait