Wanita Bercadar Rawat Puluhan Anjing, Sempat Ditolak Ormas Hingga Warga

Hesti Sutrisno dan anjing-anjing liar yang dirawatnya. (Foto: Instagram)

Editor: M Kautsar - Senin, 15 Maret 2021 | 19:50 WIB

SariAgri - “Saya mohon perlindungan tempat saya. Hanya itu yang saya minta. Saya harap Bupati Bogor sudi membantu saya. Saya bukan siapa-siapa. Setidaknya (buat) ibu saya tidak menangis lagi.”

Ucapan itu disampaikan Hesti Sutrino. Perempuan bercadar ini merupakan seorang pecinta anjing di Kabupaten Bogor. Sebanyak 70 anjing liar dia rawat dan beri makan.

Anjing-anjing itu juga di sediakan lahan untuk tempat tinggal. Namanya, Greenhouse. Lokasinya di Tenjolaya, Bogor.

Sejak 2018 aksi ini dilakukan Hesti. Tapi, aktivitas merawat anjing liar itu mendapat penolakan. Ini bukan penolakan pertama yang dia dapat. Dulu, ketika membuat penampungan anjing di Pamulang, Tangerang Selatan dia juga mendapat penolakan dari warga.

Penolakan kedua ini datang dari sejumlah anggota organisasi masyarakat (ormas) dan warga di desanya. Para penolak berdalih penampungan anjing liar itu menjadi sumber suara bising.

“Jujur saya sedih. Karena kejadian ini di kampung halaman ibu saya. … Kami orang asli kampung ini. Nenek, kakek, dan ibu saya dilahirkan di kampung ini,” ucap Hesti, dalam unggahan yang diakses Sariagri, Senin (15/3).

Hesi menyebut, penampungan anjing liar itu jauh dari pemukiman warga. Lahan tempat menampung berasal dari dana pribadinya.

Bahkan, untuk biaya pakan dan vaksin dia memutar uang. Selain dari dana donatur, dia juga memutar keuntungan dari hasil berjualan keripik.

Keluarganya pun mendukung aksi sosial ini. “Ibu saya menangis. Beliau sudah mengikhlaskan anaknya ini menjadi yang sekarang ini. Menolong hewan-hewan terlantar. Memberi tempat tinggal. Memberi makan dari hasil jualannya bukan hanya untuk menolong hewan terlantar tapi juga menolong warga sekitar,” ucap dia.

Penolakan itu akhirnya mencapai titik mediasi. Warga dan Hesti dipertemukan. Hasilnya, Hesti akan melepaskan 40 anjing liar yang dipeliharanya.

Dinas Peternakan Kabupaten Bogor dan Komunitas Pecinta Hewan akan mengkoordinasikan 40 anjing liar itu.

“Limpahkan kesabaran dan jadikanlah kami ini manusia yang ikhlas dalam menerima kehendakmu. Saya membeli lahan ini, semua atas izin dan kehendak-Mu. Mereka mahluk-mahluk terlantar bisa di sini pun atas izin dan kehendak-Mu,” kata dia.

Video Terkait