Memanfaatkan Maggot Urai Sampah Organik Hingga Jadi Pakan Ternak dan Pupuk

Pengolahan sampah yang akan dimakan maggot ( Dok Humas Kabupaten Bandung)

Penulis: Andry, Editor: Reza P - Senin, 15 Maret 2021 | 17:50 WIB

SariAgri - Maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF) kini banyak dimanfaatkan dalam proses pengolahan sampah organik. Selain mampu mereduksi sampah organik dengan cepat, maggot juga bisa menjadi sumber pakan ternak ataupun sebagai pupuk.

Upaya inilah yang dilakukan oleh Pusat Edukasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Sampah Jelekong (Puspa Jelekong) di Kabupaten Bandung. Di tempat yang menerapkan prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle) ini, metode maggot menjadi salah satu metode yang dilakukan untuk mengolah sampah.

"Menurut saya sebagai pengelola sampah, sampah itu adalah mutiara terpendam. Karena jika dikelola dengan baik, di sana akan banyak menemukan sumber rejeki," kata Idan Sahidan Koordinator UPT Puspa Jelekong.

Pemanfaatan maggot ini sudah lama dilakukan  Puspa Jelekong. Maggot yang dapat mengkonversi material organik menjadi biomassa ini memiliki keistimewaan bisa mengurai sampah organik dengan cepat bahkan paling cepat. Dalam waktu 24 jam, maggot dewasa memiliki kemampuan mengurai sampah organik 1 hingga 3 kali bobot tubuhnya.

Puspa Jelekong yang terletak di Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung ini dilengkapi fasilitas berupa Pusat Daur Ulang Sampah (PDU), Bank Sampah, pengolahan sampah organik melalui biokonversi maggot, pengolahan kotoran sapi melalui “Ngopi Kancing” (mengolah kotoran sapi jadi cacing dan kascing), pengolahan sampah anorganik dan organik melalui TOSS atau “Peyeumisasi” menjadi briket, pengolahan dan pemanfaatan maggot menjadi pakan Ternak baik secara langsung maupun melalui Ovenisasi menjadi Pakan Kering atau pelet, serta dilengkapi (rintisan) pemanfaatan teknologi penanganan residu menggunakan incenerator yang ramah lingkungan.

Berbagai metode dan teknologi pengolahan sampah ini, menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomis yakni, maggot menjadi pakan pada pengembangan ternak kalkun, ternak ikan lele dan nila, pakan burung, dan ternak ayam petelur.

Maggot yang menguraikan sampah, bisa jadi  <a target='_BLANK' href='//sariagri.id/article/topic/37511/Makanan'>makanan</a>  ternak ( Dok Humas Kabupaten Bandung)
Maggot yang menguraikan sampah, bisa jadi makanan ternak ( Dok Humas Kabupaten Bandung)
Baca Juga: Memanfaatkan Maggot Urai Sampah Organik Hingga Jadi Pakan Ternak dan Pupuk
Kerennya Warga Arcamanik Bandung Kelola Sampah Jadi Urban Farming

Kemudian pupuk organik cair, kompos, kasgot dan kascing untuk pengembangan padi organik, green house, dan menjadi produk kemasan. Briket dari TOSS juga menjadi energi alternatif pada proses pengeringan maggot dengan oven.

“Menurut kebanyakan orang mungkin sampah itu tidak bernilai ekonomi, tapi menurut kami sampah itu punya nilai ekonomis," tutup Idan.

Video Terkait