Jelang Ramadan, Ketersediaan Daging Sapi Masih Defisit 14 Ribu Ton

Ilustrasi Daging Sapi. (Freepik)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 15 Maret 2021 | 17:40 WIB

SariAgri - Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Nasrullah mengatakan ketersediaan daging sapi dalam negeri masih mengalami defisit 14 ribu ton hingga Mei 2021.

"Terkait prognosa untuk daging sapi yang diperkirakan di Mei 2021 terjadi defisit 14 ribu ton. Karena pada bulan Mei ini pertimbangan dari hasil rakor teknis tingkat Kemenko Perekonomian 76 ribu ton karena bertepatan dengan puasa dan lebaran bulan tersebut," ujarnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Senin (15/3/2021).

Dirjen PKH telah menugaskan BUMN melakukan mobilisasi sapi lokal untuk mempercepat pemenuhan di wilayah sentra konsumsi.

"Sesuai dengan rapat koordinasi teknis di tingkat Kemenko Perekonomian telah kami sepakati bersama bahwa langkah yang dilakukan menugaskan BUMN untuk melakukan mobilisasi sapi-sapi lokal yang ada agar tidak stuck di lokasi dan mempercepat khususnya di wilayah sentra konsumsi Jabodetabek dan Bandung Raya," katanya.

Nasrullah menjelaskan pihaknya telah meminta BUMN pangan untuk mempercepat dan meningkatkan jumlah pasokan daging sapi dalam negeri.

"Penugasan-penugasan kepada BUMN yaitu Bulog dan berdikari untuk mempercepat dan memperbesar jumlah pemasukannya," jelasnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Ketersediaan Daging Sapi Masih Defisit 14 Ribu Ton
Hari Susu Nusantara Momen untuk Tingkatkan Produktivitas Peternakan

Nasrullah menambahkan jika kedua BUMN Pangan itu merasa kesulitan memenuhinya, pihaknya akan meminta bantuan BUMN lain.

"Laporan terakhir pada rakornis pada 5 Mei laporan dari Bulog rencana pemasukannya masih minus 50 ribu, sehingga di rapat 5-8 Mei kami sepakati itu bisa dilakukan percepatan jika Bulog tidak bisa melakukannya bisa dibantu BUMN lain hanya sampai untuk bulan Mei saja," kata Nasrullah.

Selain itu Kementan juga telah mendorong para pelaku usaha importir umum untuk menambah pasokan daging sapi dari negara asal.

"Kami mendorong para pelaku usaha importir umum untuk menambah jumlah pemasukannya dari negara asal," pungkasnya.

Video Terkait