Kejari Garut Jerat 4 Tersangka Kasus Bansos Pengadaan Sapi Bunting

Ilustrasi sapi bunting (Pixabay/Muh. Taruf)

Penulis: Andry, Editor: Reza P - Jumat, 12 Maret 2021 | 19:10 WIB

SariAgri - Kejaksaan Negeri Garut, Jawa Barat menjerat empat tersangka, dalam kasus bantuan sosial pengadaan sapi bunting di Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakanla) Garut. Mereka antara lain rekanan serta tiga orang staf dan pejabat di lingkungan Disnakanla Garut. 

"Identitas jelasnya belum bisa kita sebutkan, hanya saja mereka adalah PPK dan pengusaha," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Garut Sugeng Hariadi, Jumat (12/3).

Menurutnya, pengungkapan kasus itu merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya yang berlangsung 2015 lalu. Ada empat orang yang telah ditetapkan dalam dugaan korupsi bansos sapi bunting tersebut.

Dalam penyelidikan awal, penyidik kejaksaan menemukan adanya kerugian negara hingga Rp 800 juta yang harus ditanggung oleh para tersangka. "Mereka sebenarnya telah mengembalikan sebesar Rp200 juta," kata dia.

Melihat sikap kooperatif mereka, pihak kejaksaan tidak melakukan penahanan terhadap seluruh tersangka, termasuk para ASN Disnakanla. "Kami masih menerapkan asas praduga tak bersalah," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Garut Sofyan Yani mengatakan, sengkarut rasuah sapi bansos itu sebenarnya kasus lama yang kembali dibuka Kejari Garut.

"Sebenarnya kasusnya itu 2015, cuma dibuka lagi kejari pada 2019, dan pada 2020 mulai ditetapkan tersangka," ujar dia.

Saat kasus berkembang, Sofyan mengaku belum berdinas di Disnakanla Garut, sehingga tidak mengetahui pasti kasus itu berlangsung. 

Baca Juga: Kejari Garut Jerat 4 Tersangka Kasus Bansos Pengadaan Sapi Bunting
Peternak Banyumas Ubah Kotoran Kambing Jadi Biogas

"Mungkin terjadi pada saat Kadis (Kepala Dinas) sebelumnya," katanya.

Sofyan menyatakan, berdasarkan informasi yang berkembang, kasus bansos sapi bunting dari provinsi itu tidak fiktif, namun karena belum membuahkan hasil (anakan), sehingga ditemukan adanya dugaan penyimpangan.

"Secara pastinya saya kurang begitu hafal, namun info awalnya demikian," ujarnya lagi.

Namun meskipun demikian, tiga bawahannya yang terlibat dalam kasus itu tidak dilakukan penahanan oleh pihak kejaksaan. 

"Mereka masih bekerja seperti biasa," ujarnya.

Video Terkait