Akibat Flu Burung, Harga Telur di Korea Selatan Melambung Tinggi

ayam bertelur (Foto: Unsplash)

Editor: Dera - Jumat, 26 Februari 2021 | 16:10 WIB

SariAgri - Industri unggas Korea Selatan sangat terdampak oleh penyebaran flu burung. Bahkan, pihak berwenang telah mengidentifikasi 95 kasus di peternakan unggas lokal dalam beberapa bulan terakhir.

Akibatnya, harga telur melonjak dan mendorong inflasi dengan harga pangan di bulan Januari naik lebih cepat dari dua tahun sebelumnya. Jika dilihat dari skala pemusnahan, Korea Selatan termasuk yang terparah di dunia.

“Kali ini influenza menyebar secara sporadis dibandingkan dengan yang kita lihat pada 2016-2017 yang berarti lebih sulit bagi pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan epidemiologi,” kata peneliti Institut Ekonomi Pedesaan Korea Lee Hyungwoo, yang mencatat bahwa 19% ayam petelur mengalami telah dimusnahkan.

Menurut Kementerian Pertanian setempat, harga telur yang dijual oleh peternak Korea Selatan hampir dua kali lipat dari tahun lalu, di mana harga eceran naik 43%. Bahkan tahun ini harga telur sudah melonjak 28%.

Tahun Baru Imlek Korea Selatan pada pertengahan Februari juga dinilai memberikan tekanan pada permintaan lokal, karena telur digunakan dalam hidangan tradisional yang dibuat untuk perayaan tersebut.

Baca Juga: Akibat Flu Burung, Harga Telur di Korea Selatan Melambung Tinggi
Survei BRI Ungkap Optimistis Pelaku UMKM di Tengah Pemulihan Ekonomi

Menurut laporan The Korea Herald, peternak lokal mengeluhkan kebijakan pihak berwenang yang memusnahkan semua unggas dalam radius 3 km dari peternakan yang terinfeksi, mengklaim bahwa tindakan berlebihan inilah yang menyebabkan kenaikan harga barang unggas yang menurut mereka hanya menguntungkan importir.

Kementerian pertanian optimis bahwa harga akan mulai stabil di akhir Februari, karena restoran dan toko ritel mulai mengganti telur lokal dengan pasokan impor.

Video Terkait