Pemerintah Jamin Ketersediaan Produk Ternak

Ilustrasi persediaan daging sapi. (Foter.com)

Editor: M Kautsar - Senin, 15 Februari 2021 | 10:45 WIB

SariAgri - Untuk memenuhi kebutuhan dan menjamin ketersediaan produk pangan strategis atau ketahanan pangan asal hewan ternak ini, pada 2021 Ditjen Peternakan dan Kesehtan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian melaksanakan program utama berupa ketersediaan, akses, dan konsumsi Pangan yang berkualitas dengan target produksi daging untuk 7 komoditas ternak sebesar 4,54 juta ton.

Selain melaksanakan program utama, Ditjen PKH juga melaksanakan program prioritas yaitu program sapi atau kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan), korporasi peternakan, bank pakan, serta hilirisasi dan ekspor peternakan.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (Dir PPHNak) Ditjen PKH, Kementerian Pertanian, Fini Murfiani mengatakan, capaian-capaian program Ditjen PKH dalam upaya menjamin ketersedian produk ternak. “Misal, untuk memenuhi kebutuhan dan menjamin ketersediaan produk pangan strategis atau ketahanan pangan asal hewan/ternak, pada tahun 2021 Ditjen PKH melaksanakan Program Utama,"  ujar Fini Murfiani.

Fini menjelaskan, komoditas pangan asal hewan yang strategis di antaranya adalah daging sapi atau kerbau, serta daging dan telur ayam ras. Fini menyebut daging menjadi pangan strategis karena banyak dikonsumsi oleh masyarakat atau banyak dibudidayakan oleh peternak. Fini mengatakan, secara umum, produksi daging dan telur ayam ras nasional sudah dapat memenuhi kebutuhan nasional bahkan mengalami surplus. 

"Sedangkan untuk daging sapi atau kerbau masih terjadi defisit, sehingga perlu dipenuhi dari impor dalam bentuk daging sapi atau kerbau beku dan sapi bakalan. Pada 2020 konsumsi daging sapi atau kerbau nasional sebesar 2,53 kilogram per kapita per tahun sehingga kebutuhannya mencapai 681.180 ton, dengan produksi atau stok dalam negeri sebesar 404.997 ton, maka masih terdapat defisit sebesar -276.183 ton," tambah Fini.

Sementara pakar peternakan Universitas Soedirman (Unsoed) Rahayu Widiyanti, menyoroti keterkaitan hubungan antarlembaga dalam pengembangan industri peternakan dalam menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan solusi dari hasil kerjasama berbagai kalangan, baik dari pemerintah maupun lembaga lain yang saling mendukung. 

Menurut Rahayu, Fapet Unsoed sebagai lembaga pendidikan tinggi selalu siap mengabdikan dirinya untuk negeri dengan berbagai inovasi yang dibutuhkan masyarakatnya.

Video Terkait