Peternak Ini Manfaatkan Limbah Batang Pisang untuk Pakan Sapi

Gedebog Pisang. (Sariagri/Pena Zun)

Penulis: Tatang Adhiwidharta, Editor: Dera - Jumat, 12 Februari 2021 | 12:00 WIB

SariAgri -  Banyak cara dilakukan peternak sapi dalam membuat pakan ternak untuk menghemat, antara lain dengan memanfaatkan limbah. Jika selama ini banyak yang menggunakan gedebog atau batang pohon pisang untuk bahan pakan, kini ada lagi peternak yang menciptakan pakan ternak dari batang tandan pisang yang sering ditemukan berserakan atau dibuang warga.

Tak jauh beda dari gedebog pohon pisang, batang tandan pisang yang bentuknya mirip leher angsa berada di antara buah pisang dan pucuk pohon. Di pasar-pasar buah, batang tandan pisang ini berserakan di tempat sampah.

Anton Suaji (37 tahun), peternak sapi dari Desa Cihonje Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menangkap peluang menjadikan limbah itu sebagai barang yang bermanfaat. Sudah dua bulan lebih, peternak ini menjadikan batang tandan sebagai pakan 27 sapi miliknya.

"Tadinya saya coba-coba saja, tapi ternyata sapi-sapi saya doyan banget. Sejak itu saya menggunakan batang tandan ini untuk bahan campuran selain gedebog," tutur Anton, Kamis (11/2/2021).

Anton Suaji menggunakan gedebog atau batang pohon pisang untuk bahan pakan. (Sariagri/Pena Zun)
Anton Suaji menggunakan gedebog atau batang pohon pisang untuk bahan pakan. (Sariagri/Pena Zun)

Anton menuturkan, selama ini banyak batang tandan pisang tersebut dibuang dan menjadi limbah yang mengganggu pemandangan.

"Selama ini saya mendapatkan barangnya dari limbah perajin sriping pisang. Mereka biasanya membuang kulit pisang dan batang tandan di belakang rumah," tambah Anton.

Menurutnya, cara membuat pakan dengan bahan tersebut sama dengan bahan dari gedebog pisang. Batang tandan itu dipotong- potong kemudian dimasukkan ke dalam tong bersama dengan bahan campuran lainnya seperti dedak, molase dan garam.

Setelah dibiarkan selama 14 hari, hasil fermentasi itu sudah bisa dikonsumsi ternaknya. Rasa keasaman yang muncul dari pakan itu ternyata merangsang sapi untuk memakannya.

Untuk memenuhi kebutuhan 27 sapi miliknya, Anton menyediakan 13 kuintal tandan pisang setiap harinya. Dalam waktu lima hari satu ekor sapi membutuhkan satu tong pakan ternak yang sudah difermentasi.

"Alhamdulilah sudah dicoba dan hasilnya lumayan. Sapi saya gemuk-gemuk dan saya tidak perlu lagi mencari tambahan pakan dengan rumput atau jerami. Cukup dengan tandan pisang," tutur Anton.

Sementara pakar peternakan dari Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Purwokerto, mengatakan mesti baru kali ini tahu tentang pemanfaatan batang tandan pisang, namun kandungan bahan pakan ternak itu tak jauh beda dengan air gedebog pisang.

Baca Juga: Peternak Ini Manfaatkan Limbah Batang Pisang untuk Pakan Sapi
Target Peternak Sapi Banyumas Hanya Sebatas Momen Untuk Hari Raya Kurban

"Pada dasarnya semua jenis tanaman bisa dijadikan bahan pakan ternak. Teknik fermentasi akan meningkatkan kecernaan bahan pakan. Kandungan serat kasar gedebog pisang sangat tinggi dan nilai protein kasarnya rendah. Nilai nutrisi gedebog pisang adalah dari berat keringnya. Artinya, gedebog pisang yang sudah dikeringkan, itulah nilai dari nutrisi di atas," ujarnya.

"Dengan kata lain, untuk digunakan sebagai pakan ternak, batang pisang ini sebenarnya kurang bagus. Apalagi kalau jumlahnya dalam ransum sangat dominan. Oleh karena itu, dalam penggunaannya baik batang pisang maupun batang tandan ini harus ditambah dengan bahan - bahan lain yang kualitasnya bagus," pungkasnya.

Video Terkait