Korsel Gelar Fogging Cegah Penyebaran Penyakit Jelang Imlek

Petugas kesehatan menuangkan kalsium oksida ke atas babi hutan mati yang terinfeksi African Swine Fever (Dok KT)

Penulis: Yoyok, Editor: M Kautsar - Jumat, 12 Februari 2021 | 11:50 WIB

SariAgri - Pemerintah Korea Selatan melalui Kementerian Lingkungan dan Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan menggelar program pengasapan (fogging) secara nasional guna mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui hewan menjelang liburan Tahun Baru Imlek 2021.

Pihak berwenang menetapkan tanggal 10 hingga 15 Februari, dengan periode liburan dari 11 hingga 14 sebagai "Hari Pengasapan Nasional". Program ini mendisinfeksi kandang hewan, kendaraan pertanian, jalan komunitas, suaka burung migran di sungai dan kolam, serta area tempat kasus African Swine Fever (ASF) atau virus flu babi seperti yang telah dilaporkan sebelumnya.

Para pekerja dikerahkan melakukan pengasapan dan perbaikan di sekitar peternakan babi dan unggas sebagai antisipasi adanya peningkatan pergerakan orang yang mengunjungi keluarga mereka di berbagai bagian negara.

Penyakit hewan ke hewan yang disebarkan oleh patogen yang sangat menular, seperti flu burung dari burung yang bermigrasi dan ASF di antara babi hutan, telah mengancam peternakan domestic, dengan ASF terkonsentrasi di wilayah perbatasan antar Korea.

Saat ini, pemerintah Korsel mencatat laporan flu burung secara nasional mencapai 163 dari tahun 2020 hingga 2021, dan tahun ini saja sudah ada 103 kasus, angka dua tahun itu juga melonjak 191 persen dari 2017.

Sebanyak 1.000 truk fumigasi telah disiapkan untuk disebar oleh kantor pemerintah daerah, koperasi pertanian, dan pangkalan militer.

Lebih dari 190.000 peternakan unggas dan babi, dan 8.600 fasilitas seperti rumah jagal dan pabrik pakan telah diperintahkan untuk mengasapi di dalam dan di luar, dan untuk mendisinfeksi peralatan.

Lebih dari 61.000 truk pertanian juga harus dibawa ke 220 fasilitas di seluruh negeri untuk didisinfeksi.

Kantor pemerintah daerah juga telah mengirim 4.500 instruktur ke peternakan secara nasional dengan daftar periksa dan selebaran informasi.

Peningkatan personel untuk periode liburan Imlek tahun 2021 termasuk 87 inspektur untuk memeriksa kerusakan pada keseluruhan pagar sepanjang 620 kilometer di sembilan wilayah perbatasan Korea dari Paju ke Kabupaten Goseong Gangwon dan 130 penjaga untuk mencegah perburuan ilegal hewan liar yang mungkin terinfeksi.

Kampanye khusus minggu ini juga bermaksud menginformasikan wisatawan apa yang tidak boleh dilakukan saat mengunjungi pedesaan.

Baca Juga: Korsel Gelar Fogging Cegah Penyebaran Penyakit Jelang Imlek
Teknologi Biosensor untuk Mendeteksi Patogen pada Peternakan Ayam

Mereka disarankan untuk menjauhkan diri dari peternakan hewan mana pun setelah mengunjungi kuburan leluhur mereka, kebiasaan yang diikuti banyak orang selama liburan.

Membuang remah-remah yang dapat dimakan selama ritual di depan kuburan leluhur, juga merupakan praktik tradisional, kini juga dilarang karena kemungkinan dapat menarik babi hutan yang terinfeksi.

Video Terkait