Terdampak Banjir Kalsel, Puluhan Ribu Hewan Ternak Mati

Peternak dan sisa hewan peliharaan yang selamat dari banjir (Sariagri/Ibrahim Batola)

Penulis: Andry, Editor: Reza P - Jumat, 12 Februari 2021 | 11:30 WIB

SariAgri - Kematian hewan ternak akibat banjir besar di Kalsel, bisa menjadi pukulan untuk ketahanan pangan. Berdasarkan data Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, di Kabupaten Banjar saja hewan ternak yang mati akibat banjir, mencapai 98.970 ekor. Meliputi sapi, kerbau, kambing, itik, ayam pedaging, ayam petelur dan burung puyuh. Terbanyak itik dengan total 31.266 ekor dan sapi 3 ekor. Kerugiannya total ditaksir Rp.5.708.360.000.

Ini belum termasuk di kabupaten lainnya di Kalsel, karena Dinas Perkebunan dan Peternakan masih mendata dampak dan kerugian banjir untuk sektor peternakan secara keseluruhan.

Kondisi ini membuat para peternak harap-harap cemas, karena mereka kehabisan modal untuk melanjutkan usaha peternakan, setelah banjir melanda 11 kabupaten dan kota sejak pertengahan Januari 2021 lalu.

Para peternak ini merupakan salah satu sektor penjaga ketersediaan pangan asal hewan. Mereka pun berharap tak hanya diberikan bantuan bibit hewan ternak dan pakannya, tapi juga bisa kemudahan dalam mengakses ke perbankan.

“Permasalahan ini yang harus kita atasi dengan cepat, demi kelangsungan usaha mereka. Apalagi peternak adalah salah satu tulang punggung menjaga ketersediaan pangan asal hewan di Kalsel. Petani dan peternak berharap meminta kemudahan mendapatkan pinjaman kredit tanpa bunga,” ungkap Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Drh HjSuparmi.

Pemprov sendiri, lanjut Suparmi, berupaya keras memulihkan di sektor peternakan ini. Salah satunya akan memfasilitasi kemudahan peternak untuk mengakses ke perbankan dalam hal mendapatkan pinjaman modal usaha pasca banjir.

Terlebih lagi, Gubernur H Sahbirin Noor menginstruksikan sektor perkebunan dan peternakan diperhatikan pasca banjir ini lewat program pemulihan dan pembinaan yang intensif. Sehingga bisa terjaga ketersediaan pangan asal hewan di Kalsel.

“Roda perekonomian sendiri, khususnya di sektor peternakan, jangan sampai terhenti. Selain memberikan bantuan bibit, kami juga mendorong peternak mengembangkan usahanya lebih bagus lagi. Sehingga terjaga ketahanan pangan dan kemandirian pangan. Tentunya peran kawan-kawan di perbankan juga kami harapkan mendukung program pemulihan di sektor peternakan,” kata Suparmi.

Sektor peternakan sendiri dari beberapa unit usaha, telah mampu menyerap tenaga kerja ribuan yang tersebar di sejumlah wilayah di Kalsel. Usaha peternakan ini meliputi peternakan ayam petelur, ayam buras, maupun jenis peternakan besar seperti sapi dan kerbau.

Seiring pertumbuhan sektor peternakan, maka sub sektor pendukungnya, seperti pembibitan, budidaya, dan penyaluran sarana produksi, juga menjadi peluang usaha yang membutuhkan tenaga kerja banyak. Apalagi permintaan daging di Kalsel masih tinggi.

Video Terkait