Lebih Cepat Bertelur, Ayam KUB Banyak Diminati Peternak

Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). (jabar.litbang.pertanian.go)

Editor: Dera - Kamis, 11 Februari 2021 | 18:00 WIB

SariAgri - Ketersediaan bibit unggul berkualitas adalah kunci peningkatan produktivitas pangan nasional, termasuk pada sektor peternakan ayam. Di Indonesia, Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) merupakan salah satu varian ayam unggul yang cukup diminati para peternak karena hasil produksi telur yang cukup tinggi.

Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) merupakan ayam kampung hasil inovasi Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian yang belakangan banyak dibudidayakan peternak di berbagai daerah.

Dengan karakter warna bulu beragam dan berat badan mencapai 1.200-1.600 gram, ayam KUB memiliki berbagai keunggulan, baik dari sisi produksi telur maupun ketahanannya terhadap penyakit.

Menurut Balai Penelitian Ternak, Kementerian Pertanian, ayam KUB mampu bertelur lebih banyak dari ayam kampung lain, yakni mencapai 160-180 butir/ekor/tahun. Selain itu, ayam KUB mampu memproduksi telur lebih cepat dengan bobot telur berkisar 35-45 gram.

Masa mengeram ayam juga lebih singkat, sehingga ayam cepat bertelur kembali dan lebih tahan terhadap penyakit. Ayam KUB dapat digunakan sebagai sumber bibit parent stock untuk penyediaan Day Old Chicken (DOC/bibit ayam) ayam kampung, baik untuk keperluan ayam potong maupun untuk petelur.

Pada tahun 1997-1998, peneliti di Balai Penelitian Ternak (Balitnak) melakukan penelitian breeding ayam kampung yang bibit/induknya berasal dari beberapa daerah di Jawa Barat. Karakterisasi dilakukan pada ayam kampung betina dara (pullet) umur ±5 bulan sebanyak 350 ekor, masing-masing didatangkan dari Cianjur 100 ekor, Jatiwangi 84 ekor, Depok 60 ekor, Jasinga Kab Bogor 56 ekor, dan Ciawi Kab Bogor 50 ekor.

Ayam tersebut ditempatkan dalam kandang dengan ukuran 45 x 24 x 42 cm menggunakan rangkaian kandang individu yang terbuat dari kawat serta dilengkapi tempat makan dan air minum.

Di Jawa Barat, Kaji Terap Budidaya Ayam KUB sudah dilaksanakan di 3 kabupaten yang mewakili ekosistem ketinggian tempat yaitu di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Lebih Cepat Bertelur, Ayam KUB Banyak Diminati Peternak
Keunggulan Ayam Kampung Balitbangtan Dibanding Ayam Biasa

Kaji terap ini dilaksanakan selama 5 bulan dengan memelihara sebanyak 250 ekor Ayam KUB di masing-masing Kabupaten.

Dari hasil Kaji Terap tersebut disimpulkan, bahwa ayam KUB dapat menghasilkan telur ketika sudah berumur 3 bulan atau 70 hingga 90 hari dengan bobot 1,2 hingga 1,6 Kg. Selama 7 bulan pemeliharaan, dari 250 ekor ayam KUB, sudah menghasilkan telur sebanyak 638 butir.

Permintaan ayam kampung setiap tahun meningkat namun ketersediaan menurun, dapat menjadi peluang bagi peternak maupun wirausahawan yang tertarik membudidayakan ayam KUB. Selain ayam pedaging, ayam KUB juga dapat memberikan keuntungan dari penjualan telur ayam kampung yang permintaannya masih cukup menjanjikan.

Video Terkait