NTT Targetkan 2023 Populasi Sapi NTT Capai 2 Juta Ekor

Peternakan sapi lokal. (pertanian.go.id)

Editor: M Kautsar - Senin, 25 Januari 2021 | 20:45 WIB

SariAgri - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu daerah penyuplai sapi untuk memenuhi kebutuhan daging nasional, di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Tapi, dari total kebutuhan daging nasional, NTT hanya bisa menyuplai 5 persen sampai 8 persen.

Kepala Bidang Agrobisnis Dinas Peternakan Provinsi NTT, Tay Renggi, mengatakan  minimnya stok sapi di Pulau Jawag membuat para pedagang di daerah itu mogok.

Menurut Tay selama tahun 2020 rekap ternak sapi hidup yang dikirim keluar daerah sebanyak 62.997 ekor, kerbau 2.603 ekor, kuda 3.857 ekor. Total pengeluaran ternak besar potong dari NTT selama tahun 2020 sebanyak 69.457 ekor. 

Namun pengiriman ternak dari NTT ini tidak semua difokuskan ke Pulau jawa karena sebagian harus memenuhi permintaan ternak di daerah Kalimantan dan Sulawesi.

Tay mengatakan, selama 2 tahun terakhir ada kecenderungan permintaan ternak sapi dari NTT ke DKI Jakarta agak menurun. Alasannya, daging sapi beku dari luar NTT yang dipasok di wilayah DKI Jakarta punya harga yang lebih murah.

Permintaan dari daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan meingkat. Menurutnya, para pengusaha sapi, harga jual di Pulau Kalimantan lebih mahal. Sehingga peternak sapi lebih banyak mengirim hewan ternaknya ke daerah tersebut.

“Harga ternak sapi hidup di wilayah NTT sendiri berkisar Rp33 ribu sampai Rp34 ribu per kilogram. Sapi ogol dari Sumba Timur Rp34 ribu hingga Rp35 ribu. Untuk harga pasaran di DKI berkisar Rp40 ribuan per kilogram,” ucap Tay.

“Sementara di daerah Kalimantan dapat dijual dengan harga Rp41 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram. Sehingga para pengusaha ternak sapi lebih banyak mengirim ke wilayah Kalimantan,” ungkapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan daging nasional, Dinas Peternakan Provinsi NTT telah berupaya untuk meningkatkan populasi ternak sapi. Persediaan sapi di NTT saat ini lebih dari 1 juta ekor dan ditargetkan pada tahun 2023 mencapai 2 juta ekor. 

Upaya yang dilakukan Dinas Peternakan Provinsi NTT untuk mencapai target tersebut dengan menjaga populasi sapi betina untuk produktif dengan cara dikawinkan secara alami ataupun insiminasi buatan. Selain itu, pemerintah daerah NTT juga mendorong penyiapan pakan di sentra-sentra produksi dengan melakukan gerakan penanaman lamtoro teramba pemanfaatan limbah pertanian untuk pakan ternak, program kesehatan hewan seperti vaksin, dan program bantuan sapi hidup untuk peternak dari pemerintah propinsi maupun pemerintah pusat.

Video Terkait