Peternak Banyumas Ubah Kotoran Kambing Jadi Biogas

Warseno sukses menghemat biaya bahan bakar biogas. (Foto: Sariagri/Pena Zun)

Editor: M Kautsar - Selasa, 19 Januari 2021 | 15:00 WIB

SariAgri - Hasil tidak akan mengkhianati proses. Barangkali istilah itu yang diyakini seorang peternak kambing warga Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Warseno.

Pria yang sebelumnya hanya seorang buruh pencari pakan ternak, kini telah menjadi pioner pembuat bahan bakar biogas dari limbah kotoran kambing.

Warseno dan anak semata wayang telah menjadi peternak kambing sejak tahun 2016. Semula hanya kambing lokalan. Tetapi, kini Warseno sudah beralih beternak kambing Peranakan Etawa (PE).

Warseno mulai mengelola limbah kotoran kambing menjadi biogas karena melihat potensinya. Awalnya, limbah kotoran hewan dari puluhan kambing yang dipeliharanya itu hanya digunakan sebagai pupuk.

Menurut Warseno, jika selama ini kotoran sapi bisa digunakan sebagai bahan baku biogas, maka kambing pun pada prinsipnya sama. Sehingga setelah dicoba beberapa kali dengan proses cukuo lama akhirnya berhasil.

Berkat kerja kerasnya inilah, sudah lebih dari lima tahun ini keluarga Warseno tak lagi tergantung dengan gas elpiji dari pemerintah. Pasalnya, sejak diuji coba Mei 2016 silam, Warseno berhasil mendapatkan pasokan biogas yang bersumber dari instalasi pengolah limbah yang dibuatnya di belakang rumah.

“Dalam sehari, gas yang dihasilkan dapat digunakan empat jam untuk memasak. Dua jam di pagi hari, dan dua jam lagi di sore hari, hal itu menurutnya sangat membantu untuk menghemat biaya rumah tangganya,” kata Warseno.

Menurut Warseno, biogas yang dihasilkan dari kotoran kambing ini dialirkan melalui paralon menuju ke dapur. Sementara sebelum menjadi biogas, kotoran kambing itu ditampung di dalam wadah besar fermentasi yang kedap udara.

Dari limbah biogas ini juga menghasilkan aliran air yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

"Dukungan dan bantuan pemerintah sangat dibutuhkan karena untuk membuat instalasi teknologi tepat guna yang bersumber dari energi baru terbarukan ini butuh biaya. Silakan buat siapa saja yang mau belajar tentang biogas ini saya siap untuk membantu dan membagi pengalaman saya. Kami terbuka,” ujar pria yang pernah belajar pertanian ke Australia atas tunjukan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupten Banyumas ini.

Kini Warseno disibukan dengan kegiatannya melakukan pendampingan kepada peternak yang akan membuat instalasi bahan bakar dari biogas. Sementara di tempat tinggalnya, Warseno juga berhasil membina kelompok ternak kambing yang kini sudah mencapai ratusan jumlahnya. 

Video Terkait