Pemprov Jateng: Waspada Sebaran Virus Flu Babi Afrika

Ilustrasi babi (Foto: Pixabay)

Editor: M Kautsar - Senin, 18 Januari 2021 | 15:30 WIB

SariAgri - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Pemerintah Provinsi Jateng mengimbau masyarakat untuk mewaspadai sebaran virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi Afrika.

Hal ini dilakukan Pemprov Jateng setelah menemukan babi yang mati akibat terpapar ASF di karesidenan Solo. 

Staff Disnakkeswan Jateng, Agung Sri Kuncoro mengatakan, flu babi merupakan salah satu penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. 

"Penyakit ini sangat berbahaya. Kami minta masyarakat juga mewaspadai adanya hal ini, karena tipe penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia," kata Agung, Senin (18/1).

Agung menegaskan, jika ada peternak babi yang mendapati babi terindikasi sakit ASF diharapkan segera melapor kepada dinas terkait. 

Menurutnya, berdasar laporan tersebut pihaknya akan menindaklanjuti agar penyakit tidak menyebar.

"Kami akan lakukan disinfeksi. Kemudian kalau ada babi yang mati, bangkainya jangan dibuang di sungai, karena dapat menyebarkan penyakit. Lebih baik dimusnahkan, dibakar, kemudian dikubur," tambahnya.

Lebih jauh, Agung mengimbau kepada masyarakat apabila akan menyembelih babi, dapat dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). 

"Karena kondisi hewan akan dicek terlebih dahulu sebelum disembelih. Jika ditemukan penyakit atau terpapar ASF akan segera ditangani," ujarnya.

Agung juga mengingatkan selain mewaspadai flu babi Afrika, masyarakat juga terus diminta mewaspada virus corona yang penyebarannya masih tinggi di Jawa Tengah.

"Selain waspada terhadap flu babi, masyarakat juga diminta tetap taati protokol kesehatan dengan 3M, mencuci tangan, menjaga jaga dan selalu mengenakan masker," pungkas Agung. 

Video Terkait