Demi Cegah Flu Burung, Prancis Musnahkan 600 Ribu Itik

Ilustrasi peternakan itik. (Pixabay)

Penulis: Dera, Editor: Redaksi Sariagri - Senin, 11 Januari 2021 | 13:00 WIB

SariAgri - Wabah flu burung masih menyerang sebagian wilayah Eropa, termasuk Prancis. Jenis flu burung yang merebak sejak akhir tahun lalu ini dilaporkan sangat menular, yang memaksa pihak berwenang melakukan pemusnahan massal untuk mencoba membatasi penularan dari burung liar ke ternak lain.

Sedikitnya 200.000 itik di Prancis telah dimusnahkan di tengah wabah flu burung di wilayah Prancis, sedangkan 400.000 lainnya diperkirakan akan dimusnahkan sebagai tindakan pencegahan, kata kementerian pertanian Prancis kepada Euronews.

Laporan situasi kementerian menyatakan bahwa ada 61 wabah yang dikonfirmasi pada 1 Januari 2021, termasuk 48 di Departemen Landes saja.

Wabah itu terjadi di bagian selatan departemen yang merupakan daerah yang sangat padat dengan bebek, yang dimaksudkan untuk produksi Foie Gras (makanan khas Prancis yang terbuat dari hati angsa atau bebek), kata pejabat kementerian Loic Evain kepada AFP.

"Para ahli berkumpul pada saat ini untuk menilai situasi, jika penyebaran virus terus berlanjut, kami harus mengambil tindakan yang lebih drastis," tambahnya.

Berita Peternakan - Baca Juga: Minyak Argan, Emas Cair dari Maroko yang Berkhasiat untuk Kecantikan
Berkat Konservasi, Burung Nuri Kabare Papua Selamat dari Kepunahan

Produsen Foie Gras sekarang menyerukan kompensasi negara atas wabah flu burung yang sangat menular. Departemen Landes menghasilkan lebih banyak Foie Gras Prancis dari pada area lainnya.

"Sektor Foie Gras Prancis memainkan peran yang sangat penting dalam perekonomian negara dan mendukung sekitar 30.000 keluarga di daerah pedesaan dan mewakili hampir 100.000 pekerjaan langsung dan tidak langsung, sebagian besar berlokasi di Barat Daya dari Prancis," kata Komite Interprofesional untuk Foie Gras (CIFOG) dalam pernyataannya.

CIFOG menyerukan penguatan sumber daya manusia di lapangan guna mempercepat pelaksanaan langkah-langkah pengelolaan keluarga peternak tersebut.

Sementara itu, sebuah serikat peternak unggas mengatakan bahwa wabah flu burung ini merupakan "pukulan telak" bagi peternak yang sudah terkena dampak ekonomi COVID-19".

Kepala Serikat Pertanian, Serge Mora mengatakan bahwa dia tidak tahu sektor mana yang dapat menahan tiga krisis dalam 5 tahun. Seperti diketahui, wabah flu burung pada 2016 dan 2017 memaksa negara itu memusnahkan 6 juta itik sebagai bagian dari wabah dan untuk tindakan pencegahan, kata juru bicara kementerian kepada Euronews.

Ini bukan satu-satunya wabah virus H5N8 di Eropa. Otoritas Belanda memusnahkan hampir 200.000 ayam pada November saat flu burung menular itu merebak.

Baru minggu lalu, seorang menteri pertanian di Jerman utara memperingatkan bahwa virus masih aktif setelah kasus ditemukan di dua peternakan unggas di negara itu.

Baca Juga: Demi Cegah Flu Burung, Prancis Musnahkan 600 Ribu Itik
India Hadapi Flu Burung di Tengah Pandemi COVID-19

"Avian influenza masih sangat aktif dan itulah mengapa kita tidak boleh menganggap enteng epidemi, tetapi harus memastikan tingkat keamanan hayati tertinggi dalam bisnis dan peternakan kita," kata Menteri Pertanian daerah di Mecklenburg-Vorpommern, Dr Till Backhaus.

Lebih dari 100 unggas dimusnahkan setelah kasus ini ditemukan. Jerman juga menyoroti bahwa virus flu burung bisa menular pada burung liar di Rusia dan Kazakhstan sejak Juli 2020.

Berita Perkebunan : Manfaat Ampas Kopi Bagi Tanaman

 

Video Terkait