Optimalisasi Manfaat Susu Unta Terus Dilakukan

Ilustrasi binatang unta (Pixabay)

Penulis: Arif Sodhiq, Editor: Redaksi Sariagri - Minggu, 3 Januari 2021 | 21:00 WIB

SariAgri -  Sebuah proyek penelitian yang dilakukan National Food Institute of Technical University of Denmark (DTU) telah menemukan formula baru untuk membuat produk susu unta yang lebih aman. Afrika adalah rumah bagi lebih dari 80 persen populasi unta global, dimana 60 persen diantaranya ditemukan di negara Afrika timur seperti Sudan, Somalia, Ethiopia dan Kenya.

Unta memiliki kemampuan beradaptasi dengan suhu tinggi dan kekeringan khas Afrika, sehingga merupakan sumber makanan penting di kawasan ini.

Afrika Timur saat ini menyumbang 66 persen dari produksi susu unta dunia. Tetapi kurangnya fasilitas pendingin dan pasokan air serta listrik yang tidak stabil di Afrika seringkali dapat menyebabkan fermentasi susu unta tidak seperti yang diinginkan.

Fermentasi spontan umumnya meningkatkan kadar kontaminan seperti bakteri dalam makanan dan berkontribusi pada penyakit bawaan makanan. Menurut Kemitraan Keamanan pangan Global, di Afrika penyakit bawaan makanan berkontribusi pada sedikitnya 137.000 kematian dan 91 juta penyakit akut setiap tahun.

Bekerja sama dengan Universitas Kopenhagen, Chr. Hansen -perusahaan ilmu hayati global yang bertujuan menggunakan bakteri untuk menumbuhkan produk makanan aman dan bergizi - dan Universitas Haramaya di Ethiopia, DTU berupaya menemukan cara untuk meningkatkan proses fermentasi susu unta.

“Perbaikan besar akan memulai fermentasi dengan penambahan kultur starter yang aman dan andal,” ujar Egon Bech Hansen, profesor di DTU dan salah satu penulis studi tersebut kepada Food Tank.

Peneliti berupaya menemukan biakan awal untuk memulai proses fermentasi pada susu unta. Selama penelitian, mereka menemukan dua strain bakteri asam laktat dapat digunakan sebagai kultur awal untuk susu unta karena sifat antimikroba mereka.

Ketika digunakan bersamaan dengan praktik keamanan pangan lainnya seperti pemanasan dan pendinginan yang tepat, strain ini dapat menghambat pertumbuhan patogen dalam susu unta mentah dan yang dipasteurisasi.

Berita Peternakan - Baca Juga: Stick Test Kit Cara Cepat dan Mudah Mengecek Kemurnian Susu Segar
Sekilas Terlihat Sama, Ini 7 Perbedaan Susu Kerbau dan Susu Sapi

Saat ini susu unta banyak dijual di pasar lokal atau warung pinggir jalan di Afrika Timur. Namun jika diolah dengan benar, umur simpan produk dapat diperpanjang.

Proses tersebut juga akan memungkinkan produsen membuat dan menjual produk susu unta lainnya seperti keju atau mentega. Dengan susu unta dan produk turunannya yang lebih aman, peternak dapat meraup keuntungan ekonomi lebih besar.

“Ketika Anda membuat produk yang dapat berjalan lebih jauh dari sekadar ke pasar lokal, itu dapat menghasilkan pendapatan,” kata Hansen berbagi dengan Food Tank.

Jika dibanding susu sapi, susu unta memiliki komposisi lemak, protein, dan karbohidrat serupa serta kaya vitamin. Menurut International Diabetes Foundation, susu unta juga telah terbukti dapat mengendalikan diabetes penyakit kronis yang telah mempengaruhi lebih dari 19 juta orang dewasa di Afrika.

Baca Juga: Optimalisasi Manfaat Susu Unta Terus Dilakukan
Memahami dan Cara Meningkatkan Imunitas pada Ternak Sapi

Produksi dan ekspor susu unta meningkat di seluruh dunia karena beberapa supermarket Eropa sudah menjual produk ini. Pada tahun 2024, pasar susu unta diperkirakan akan bernilai lebih dari 8 miliar dolar AS.

Hansen membayangkan berbagai cara agar susu unta dapat dimanfaatkan secara optimal di masa depan. Dia sangat tertarik mengembangkan susu unta untuk susu formula bayi bagi mereka yang alergi protein susu sapi. (Marthin Budilaksono)

Berita Peternakan - Manfaat Energi Terbarukan Untuk Berternak Ayam

Video Terkait