Kapal Muatan Pakan Ternak asal Brazil Tiba di Pelabuhan Teluk Lamong

Kapal raksasa bermuatan 71.582 ton pakan ternak asal Brazil, MV Great Glen sandar di Terminal Teluk Lamong (SariAgri/Pelindo III)

Penulis: Arya Pandora, Editor: Rojes Saragih - Selasa, 11 Agustus 2020 | 16:00 WIB

SariAgri -  Kapal raksasa bermuatan 71.582 ton pakan ternak asal Brazil, MV Great Glen sandar di pelabuhan Terminal Teluk Lamong (TTL) Surabaya Jawa Timur. Kapal berbendera Hong Kong ini merupakan kapal terbesar keempat setelah 3 kapal sebelumnya juga sempat merapat dan bongkar muatan di terminal multiguna anak perusahaan PT pelindo III (Persero).

Sebelumnya, tiga kapal curah kering internasional raksasa telah merapat dan bertugas di TTL. Masing-masing, MV Julius Olendorff dari Portugal memiliki 60.000 ton, MV Medi Serapo dari Liberia memiliki 68.597 ton dan MV Olympic Gemini dari Yunani.

"MV Great Glen merupakan kapal curah kering dengan muatan terbesar sepanjang sejarah pelabuhan Tanjung Perak," kata Faruq Hidayat, Direktur Utama Terminal Teluk Lamong dalam keterangan rilis yang dikirimkan ke redaksi SariAgri.

Kapal dengan bobot mati 93.251 ton itu, kata Faruq, tidak butuh waktu lama untuk bongkar muat di TTL. Menurut Faruq, pakan ternak Brasil yang diturunkan hanya membutuhkan waktu kurang dari 7 hari.

“Kami berinovasi dalam hal peralatan dan konsep ramah lingkungan. Ini sebagai bentuk apresiasi kami kepada pelanggan yang mempercayakan layanan pelabuhannya di TTL,” ucapnya.

Terminal Teluk Lamong, imbuh Faruq, menjaga kepercayaan pengguna jasa dengan memberikan pelayanan prima dan memaksimalkan penggunaan peralatan modern yang terintegrasi. Ia mengatakan, peralatan terintegrasi dan ramah lingkungan yang dimiliki TTL antara lain 2 Grab Ship Unloader (crane yang menggunakan bahan bakar listrik khusus untuk bongkar muat kargo curah dengan kapasitas maksimal 2.000 ton / jam) dan conveyor yang berfungsi untuk memindahkan barang dari derek ke gudang dengan sistem roller karet. 

“keseluruhan bongkar muat ini termasuk penyimpanan atau silo, yakni gudang penyimpanan kargo curah yang terintegrasi dengan sistem antrian truk, ”jelas Faruq.

Di sisi lain, Faruq juga mengubah nilai-nilai Amanah, Kompetensi, Harmonis, Loyalitas, Adaptif, dan Kolaboratif atau dikenal dengan AKHLAK di TTL. Penerapan nilai-nilai tersebut merupakan semangat baru bumn untuk Indonesia yang diwujudkan oleh TTL melalui pelayanan prima kepada pengguna jasa.

“Terminal Teluk Lamong sebagai bagian dari Pelindo III terus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia melalui pelayanan pelabuhan yang prima, modern dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga: Kapal Muatan Pakan Ternak asal Brazil Tiba di Pelabuhan Teluk Lamong
Pelindo Siapkan Tiga Pelabuhan untuk Pengiriman Langsung ke Luar Negeri

Sementara itu, Geng Jun, Master MV Great Glen mengatakan Pelindo III telah melakukan terobosan baru dengan membuat sistem percepatan pemuatan curah kering. Menurutnya, sistem tersebut terintegrasi dan ramah lingkungan, karena proses pelayanan kapal di TTL berbeda dan berstandar internasional. “Apalagi peralatan yang dimiliki TTL juga canggih, sehingga mempercepat waktu proses pelayanan bongkar muat,” ujarnya.

Geng Jun menyebutkan sejauh ini, MV Great Glen telah melayani kargo curah dari Amerika Latin untuk Asia Timur dan Asia Tenggara sejak 2010. Kapal sepanjang 229,2 meter itu menempuh perjalanan 20 hari dari Brazil ke Indonesia untuk membongkar bungkil kedelai atau bubuk kedelai (soybean meal) yang digunakan sebagai bahan baku pakan ternak utama di Terminal Teluk Lamong. (Arief L/SariAgri Jawa Timur)

Video Terkait