Tips Agar Sapi Menghasilkan Daging Berkualitas

Suyatno berikan terapi khusus ke sapi kurban di lapak dagangannya, Surabaya (SariAgri/ Arief L)

Penulis: M Kautsar, Editor: Reza P - Senin, 20 Juli 2020 | 21:00 WIB

SariAgri - Pola pemeliharaan sapi potong sangat mempengaruhi kualitas karkas atau daging yang dihasilkan. Pola pemeliharaan yang salah, bisa menyebabkan hewan stres dan cedera, yang menyebabkan dagingnya menjadi berwarna kehitaman, keras dan kering (dark, firm, dry atau DFD).

Rumah pemotongan hewan di Inggris melaporkan, sekitar 14 persen dari sapi jantan yang disembelih menunjukkan hasil daging pemotongan yang gelap, yang terkait dengan stres pada hewan, terutama selama 24-48 jam sebelum penyembelihan.

Dikutip dari FWI, Siobhan Slayven dari Beh & Lamb AHDB, Sarah Haire dari Dawn Meat, dan Simon Marsh, dosen utama di Harper Adams University, menyarankan beberapa hal yang perlu diperhatikan para peternak sapi potong agar ternaknya menghasilkan daging yang berkualiatas.

1. Pertumbuhan hewan

Pola pemeliharaan yang baik dengan pemberian pakan yang optimal, sangat berpengaruh pada pertumbuhan sapi. Dalam sebuah penelitian, sapi jantan berumur 18-24 bulan dengan tingkat nutrisi yang lebih tinggi, menghasilkan kualitas daging yang leih baik, dibanding sapi yang dipelihara hingga umur 36 bulan dengan kulitas pakan yang rendah.

Penelitian AHDB Beef & Lamb, bersama dengan SAC Consulting dan SRUC, menunjukkan pertumbuhan hewan yang sesuai akan menghasilkan lebih banyak daging yang lunak.

Tingkat pertumbuhan juga merupakan indikator utama kapan harus menjual hewan untuk kualitas daging yang optimal. Begitu hewan dewasa, lemak dan daging menjadi lebih keras, jadi menimbang hewan secara teratur akan mengungkapkan pola tingkat pertumbuhan.

2. Hati-hati dengan jarum suntik

Pengobatan atau vaksinasi dengan cara menyuntik terkadang memberi efek yang tidak diiinginkan. Vaksinasi dapat menyebabkan cedera yang terlihat dan bisa menurunkan kualitas daging.

Oleh karena itu para ahli menyarankan agar jangan menyuntik di area pantat sapi, karena ini yaitu bagian tubuh sapi yang paling banyak mengandung daging dan tentu saja sangat berharga. para ahli menyarankan pemberian vaksin melalui suntikan ke bagian otot leher yang nilainya lebih rendah.

Selain itu, kebersihan peralatan suntik sangat penting, dan pastikan jarum suntik yang digunakan harus baru sesuai dengan panduan dokter hewan.

Ancaman terhadap kesejahteraan dan nilai karkas terlalu besar untuk risiko menggunakan peralatan lama, bahkan ketika sudah dibersihkan.

3. Perlakukan hewan dengan hati-hati

Perlakuan yang kasar dan menyakitkan dapat menyebabkan kualitas daging jatuh karena sapi yang stres dan cedera. Jangan menggunakan kekuatan berlebih untuk menggeser hewan yang keras kepala.

Cedera yang disebabkan hewan lain di kandang atau tergelincir, jatuh, dan tabrakan dengan logam sering menjadi alasan turunnya kualitas dan harga karkas.

Sebab, ketika memar terjadi, darah keluar dari pembuluh darah ke jaringan otot di sekitarnya. Daging yang memar biasanya akan dibuang atau tiak dihargai karena tidak dapat diterima oleh konsumen. Daging yang memar tidak dapat diproses lebih lanjut dan darah yang keluar menjadi tempat idel untuk berkembangnya bakteri.

Bahkan, tamparan untuk mendorong hewan itu bergerak dapat menyebabkan kerusakan otot yang cukup serius, sehingga nilai karkas akan terganggu. Tamparan itu juga akan menyebabkan tingkat stres hewan meningkat.

Stres yang disebabkan perlakuan yang buruk dalam waktu 24-48 jam sebelum disembelih, selama pemuatan atau di penampungan, diakui sebagai penyebab utama pembusukan daging. Stres akan menyebabkan metabolisme hewan meningkat, menggunakan simpanan glikogen dalam otot dan, pada tahap yang sangat dekat dengan penyembelihan, menghasilkan daging potong yang berwarna gelap.

4. Cobalah untuk tidak mencampur lembu jantan

Mencampur beberapa sapi jantan dalam satu kandang sebelum waktu penyembelihan, dapat menyebabkan stres yang signifikan dan kualitas daging yang buruk.

Jangan mencampur sapi jantan setidaknya dalam dua minggu sebelum diangkut menuju tempat penyembelihan, karena perilaku agresif mereka akan menyebabkan tingkat stres meningkat.

5. Jangan membatasi pakan sebelum disembelih

Biasanya, peternak membatasi pemberian pakan sebelum pemotongan untuk mengurangi isi usus agar meningkatkan kebersihan di rumah pemotongan hewan.

Tetapi menurut para hali, membiarkan hewan kelaparan dapat menyebabkan stres dan berakhir dengan rendahnya kualitas karkas. Semua pakar industri sekarang mendesak para peternak untuk mengutamakan kesejahteraan hewan dan jangan membatasi pemberian makan sebelum waktu pemotongan.

6. Transportasi hewan dengan hati-hati

Mengurangi stres selama pengangkutan adalah elemen produksi terakhir di mana peternak dapat mempengaruhi tingkat stres.

Ukuran kendaraan angkut harus sesuai sehingga memberikan ruang yang cukup untuk sapi agar tidak mudah jatuh atau cedera saat kendaraan melakukan perjalanan.

Baca Juga: Tips Agar Sapi Menghasilkan Daging Berkualitas
Cosmic Crisp, Apel Varietas Baru Diklaim Tahan Disimpan Hingga 1 Tahun

Jika memungkinkan, waktu perjalanan harus dibatasi seminimal mungkin dan rute yang diambil memiliki tikungan dan pemberhentian lebih sedikit, sekali lagi untuk mengurangi risiko cedera.

Ini akan mengurangi stres dan hewan bisa tiba di tempat tujuan dengan peluang terbaik untuk menghasilkan daging berkualitas baik. (Sariagri.id/Marthin)

Video Terkait