Kenali Sebelum Terlambat, Ini 5 Penyakit Ayam Petelur

Dok. Ayam Petelur di sebuah peternakan ayam , Pacitan , Jawa Timur (SariAgri/ Arief L)

Penulis: Arif Sodhiq, Editor: Reza P - Rabu, 24 Juni 2020 | 13:38 WIB

SariAgri - Satu dari tiga pangan hasil peternakan yang banyak dikonsumsi masyarakat adalah telur. Komoditas ini mudah didapat, rasanya lezat dan harganya juga terjangkau. Selain itu telur juga mudah dimasak untuk aneka kuliner.

Tak hanya sebagai sumber protein, telur juga punya banyak manfaat. Tak heran, permintaan telur tergolong tinggi. Ini bisa menjadi peluang bagi mereka yang tertarik untuk menjadi peternak ayam.

Namun, beternak ayam apalagi ayam petelur tidak semudah yang dibayangkan. Ada banyak hal yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas telur yang dihasilkan. Salah satu tantangan beternak ayam adalah penyakit. Ayam sakit memang menjadi salah satu momok yang menakutkan bagi para peternak.

Berikut penyakit yang sering menyerang ayam dan penanganannya:

Newcastle disease (ND)

ND atau penyakit tetelo sudah familiar di kalangan peternak ayam. Penyakit yang bersumber dari virus ini pertama kali ditemukan Kreneveld di daerah Priangan pada tahun 1926. Nama Newcastle Disease (ND) diberikan Doyle pada tahun 1927 setelah banyak ayam di Kota Newcastle terjangkit penyakit yang sama.

ND merupakan momok bagi peternak karena angka kematiannya hampir mencapai 100 persen. Selain itu, penularannya terbilang sangat cepat. Ayam yang terserang tetelo akan menunjukan gejala pernafasan, gejala syaraf berupa sayap terkulai, kaki lumpuh serta kepala dan leher terpuntir.
]
Selain itu ada gejala pencernaan meliputi diare berwarna hijau. Ayam petelur yang berhasil sembuh kualitas telurnya jelek. Bentuk, permukaan dan warna abnormal lalu putih telurnya encer.

Sejauh ini belum ada satu jenis obat yang efektif dapat menyembuhkan ayam dari penyakit ini. Penanggulangannya hanya dapat dilakukan dengan dengan tindakan pencegahan dengan vaksin yaitu vaksin aktif dan vaksin inaktif.

Infeksi bronchitis (IB)

IB merupakan penyakit akut pada ayam petelur. Penyakit ini menyerang saluran pernafasan ayam dan dapat berlangsung selama 5-21 hari dengan angka kematian 0-40 persen. IB sangat mudah menular pada ayam dalam satu kelompok atau antar kelompok lainnya.

Infeksi bronchitis menyerang semua umur ayam. Pada ayam petelur, penyakit ini menurunkan produksi telur. Hasil telur dari ayam yang terserang penyakit ini punya ciri antara lain telur lembek, kulit telur tidak normal, putih telur encer dan kuning telur mudah berpindah tempat (kuning telur yang normal selalu ada ditengah). Belum ada pengobatan untuk penyakit ini tetapi dapat dicegah dengan vaksinasi.

Pullorum

Penyakit ini menyerang ayam petelur dengan angka kematian yang tinggi. Berak putih disebabkan karena salmonella pullorum. Ciri ayam yang terkena penyakit ini mengeluarkan kotoran berwarna putih menyerupai kapur (pasta). Penyakit ini menyebabkan ayam sulit bernapas dan sebagian lainnya mati mendadak. Ayam yang terserang penyakit ini bisa diobati dengan antibiotik.

Egg Drop Syndrome (EDS)

EDS merupakan penyakit pada unggas yang disebabkan Avian Adenovirus tipe I. Penyakit ini menyerang pada periode pertumbuhan dan periode bertelur.

Ayam yang terinfeksi EDS tidak memperlihatkan gejala spesifik. Ciri yang bisa dilihat hanya sebatas warna kepucatan pada vial dan jengger yang disebabkan anemia.

Telur yang dihasilkan ayam terserang EDS memiliki kualitas cangkang yang tidak normal. Cangkang telur akan tipis atau lembek bahkan bisa tanpa cangkang sama sekali.

Pencegahannya bisa dilakukan dengan memberikan vaksin. Namun, untuk ayam yang sudah terlanjur terkena EDS dapat diberi antibiotik.

Avian Encephalomyelitis (AE)

Penyakit ini disebabkan virus RNA dari family Picornaviridae. Penyakit AE pada ayam petelur akan mengakibatkan penurunan produksi telur antara 5-20 persen.

Baca Juga: Kenali Sebelum Terlambat, Ini 5 Penyakit Ayam Petelur
Kiat Sukses dalam Berbisnis Peternakan Ayam Petelur

Gejala ayam yang menderita AE antara lain tampak sayu, diikuti ataksia karena adanya inkoordinasi dari otot-otot kaki, sehingga ayam dapat jatuh ke samping dengan kedua kaki terjulur ke satu sisi. Selanjutnya terjadi tremor pada kepala dan leher terutama bila dipacu, keadaan akan berlanjut dengan kelumpuhan dan diakhiri dengan kematian.

Pencegahan dilakukan dengan vaksinasi. Pada ayam sakit yang masih hidup dapat diberikan ransum pakan yang baik disertai vitamin dan elektrolit. (Monica Adelina)

Video Terkait