Anti Gagal, Ini Tips Beternak Ayam Petelur yang Bisa Hasilkan Cuan

Ilustrasi ayam petelur (Pixabay)

Editor: Dera - Kamis, 26 Januari 2023 | 11:00 WIB

Sariagri - Menjadi peternak ayam petelur memang menggiurkan, lantaran bisa memberikan keuntungan besar. Namun bagi kamu pemula yang baru ingin mencobanya, sebaiknya kamu memahami dahulu ya terkait karakteristik ayam petelur. 

Pertama, kamu harus bisa membedakan dua jenis ayam petelur, yaitu ayam petelur putih dan ayam petelur cokelat. Adapun perbedaan kedua ayam tersebut yaitu ayam petelur putih menghasilkan telur berwarna putih, sensitif terhadap udara panas dan suara bising, berat tubuhnya lebih ringan dibandingkan petelur cokelat, dan paling banyak dijumpai di pasaran.

Sementara untuk ayam petelur cokelat (ayam medium) memiliki karakteristik telur berwarna cokelat, sulit dijumpai dan lebih mahal, harga telurnya juga  lebih mahal, ukuran telur lebih besar dan lebih bulat, serta bisa dijadikan ayam pedaging. Nah, ketika kamu sudah mengetahuinya, barulah kamu menentukan akan membudidayakan yang mana. 

Melansir cybex.pertanian.go.id, berikut tips beternak ayam petelur

1. Memilih bibit ayam petelur 

Langkah selanjutnya yaitu memilih bibit yang tepat, karena bisa berpengaruh kepada kualitas telur yang dihasilkan. Kamu harus memilih bibit dari jenis unggul yang bisa kamu beli langsung dari peternak ayam petelur.

Bibit ayam memiliki bulu yang halus dan mengkilap, badan bibit ayam ideal, bibit ayam berasal dari induk yang sehat dan berkualitas, bibit ayam harus sehat, perkembangan bibit ayam harus mulus, napsu makan bibit ayam tinggi dan tidak ada cacat yang terlihat pada badan bibit ayam.

2. Membangun kandang bisnis ayam petelur

Agar bisnis ayam petelur lancar, kamu harus memiliki kandang yang memadai. Setelah memilih jenis bibit yang diinginkan, simpan bibit tersebut di dalam kandang. Besar kandang bisa disesuaikan dengan seberapa banyak ayam dan besar bisnis ayam petelur yang akan dibina. Secara umum, jenis kandang ternak ayam petelur ada dua macam, yaitu kandang baterai dan koloni/umparan.

Secara singkat, kandang baterai adalah jenis kandang yang khusus dibuat untuk bisnis ayam petelur. Di mana satu kandang baterai biasanya hanya diisi oleh satu ayam ekor ayam saja. Keuntungan dari kandang ini adalah proses pengumpulan telur akan lebih mudah karena tidak akan terhalangi atau tertumpuk ayam lainnya.

Sementara kandang koloni atau umparan diharuskan menggabungkan banyak ayam di dalam satu kandang. Alternatif ini dipilih untuk memulai bisnis ayam petelur dengan skala yang lebih kecil. Keunggulan kandang koloni juga bisa digunakan untuk ternak ayam pedaging. Namun kelemahannya adalah sulit untuk mencari telur yang tersebar di dalam kandang.

3. Memilih tempat ternak ayam petelur yang tepat

Mencoba bisnis ayam petelur tidak sama dengan membesarkan satu ayam di rumah, terutama untuk usaha berskala besar. Karena semakin besar kandang yang dibangun, lahan yang dipilih pun harus semakin luas dan jauh dari pemukiman warga. Pasalnya, ayam-ayam yang pilih akan menghasilkan bau tidak sedap. Tentunya, lokasi kandang akan mengganggu tetangga bila disimpan di tengah perumahan.

4. Tata cara minum dan pakan untuk ayam petelur

Jenis pakan ayam berkualitas yang biasanya dipakai banyak peternak adalah jagung, tepung ikan, dan sentrat. Ketiga jenis pakan ini memiliki kadar protein dan nutrisi yang tinggi bagi ayam. Pemberian pakan untuk bibit ayam terbagi menjadi dua fase, yaitu starter dan finishing.

Starter diberikan pada empat minggu awal, sedangkan finishing diberikan pada minggu keempat sampai enam. Untuk minumnya, selain air, peternak juga wajib memberikan obat anti stres. Obat ini bisa dicampurkan langsung ke dalam minuman. Jangan lupa berikan sedikit gula agar rasa air tidak terlalu pahit.

Berikut cara pemberian pakan pada fase starter (umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu).

1. Kualitas dan kuantitas pakan fase starter adalah:

  • Kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal.
  • Kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor, minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor, minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor dan minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor. Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.

2. Kualitas dan kuantitas pakan fase finisher adalah:

  • Kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%, lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal.
  • Kuantitas pakan terbagi/digolongkan dalam 4 golongan umur yaitu: minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor, minggu ke-6 (umut 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor, minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor dan minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor. Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.

Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam, yang terbagi dalam 2 (dua) fase:

1. Fase starter (umur 1-29 hari)

Kebutuhan air minum dalam fase ini terbagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor; minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor.

Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.

2. Fase finisher (umur 30-57 hari)

Fase ini terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 lliter/hari/100 ekor, minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor, minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.

5. Perawatan kandang ayam petelur

Kebersihan kandang ayam merupakan salah satu hal penting. Kandang yang bersih akan menciptakan telur-telur berkualitas dan melancarkan proses penjualan.

Ayam-ayam yang tinggal di dalam kandang bersih akan jauh dari stres, sehingga panen telur pun tidak akan tertunda dan kita tidak akan kerugian. Pembersihan kandang dari kotoran baiknya dilakukan setiap hari.

Beberapa peternak ayam membangun kandang di atas kolam ikan untuk menyiasati pembersihan sehingga lebih mudah. Kotoran ayam akan jatuh langsung ke dalam kolam dan menjadi pangan ikan.

6. Vaksinasi ayam petelur

Vaksinasi merupakan sarana penambah nutrisi dan vitamin untuk ayam, sehingga mereka akan tumbuh lebih sehat. Tidak hanya pemberian vaksin, pengecekan kesehatan ayam pun harus dilakukan secara rutin.

Jika kamu menemukan ayam yang sakit, segera pisahkan dari kandang sebelum penyakitnya menyebar pada bibit atau indukan ayam lainnya. Setelah dipisahkan, berikan perawatan intensif, mulai dari pengobatan sampai pemberian vitamin serta nutrisi yang mencukupi.

Vaksinasi menjadi salah satu cara pengendalian penyakit virus yang menular dengan cara menciptakan kekebalan tubuh. Vaksin dibagi menjadi dua macam yaitu vaksin aktif dan inaktif. Vaksin aktif adalah vaksin mengandung virus hidup, di mana kekebalan yang ditimbulkan lebih lama daripada dengan vaksin inaktif. Sementara vaksin inaktif/pasif adalah vaksin yang mengandung virus yang telah dilemahkan/dimatikan tanpa merubah struktur antigenic, hingga mampu membentuk zat kebal. 

Macam-macam vaksin:

  • Vaksin NCD vrus Lasota buatan Drh Kuryna
  • Vaksin NCD virus Komarov buatan Drh Kuryna (vaksin inaktif)
  • Vaksin NCD HB-1/Pestos, Vaksin Cacar/pox, virus Diftose
  • Vaksin anti RCD Vaksin Lyomarex untuk Marek.

Persyaratan dalam vaksinasi:

  • Ayam yang divaksinasi harus sehat
  • Dosis dan kemasan vaksin harus tepat
  • Sterilisasi alat-alat
  • Pemeliharaan kandang 
Baca Juga: Anti Gagal, Ini Tips Beternak Ayam Petelur yang Bisa Hasilkan Cuan
Cara Ini Ampuh Buat Kucing Peliharaan Tidak Kencing Sembarangan

7. Panen ternak ayam petelur

Panen telur ayam dapat dilakukan setidaknya tiga kali dalam satu hari, yaitu pada pagi, siang, dan sore. Walaupun bisa rutin dilakukan, tidak semua telur yang dihasilkan ayam akan memenuhi standar pasar.

Berikut adalah cara memisahkan telur berkualitas dan abnormal:

  • Telur berkualitas berbentuk oval (tidak lonjong atau gepeng)
  • Telur abnormal ukurannya lebih kecil
  • Terlur berkualitas berkulit tipis
  • Telur abnormal mengambang di air (busuk)
  • Telur berkualitas tenggelam di air

Bagaimana Sobat Agri, kamu siap menjadi peternak ayam petelur? selamat mencoba!