Ternyata, Ini Alasan Utama Nyamuk Suka Menggigit Manusia

Ilustrasi nyamuk (Pixabay)

Editor: Dera - Senin, 5 Desember 2022 | 23:00 WIB

Sariagri - Kita mungkin selama ini bertanya-tanya mengapa nyamuk lebih tertarik menggigit manusia dibanding hewan lainnya. Ada pendapat bahwa nyamuk tertarik mengisap darah manusia karena rasa atau aroma yang manis. Namun benarkah demikian? 

Mengutip Study Finds, tim peneliti menemukan bahwa asam organik dan bakteri pada kulit manusia adalah daya tarik utama bagi nyamuk. Para peneliti dari The Rockefeller University mengatakan perbedaan aroma setiap manusia terkait dengan mikrobiota kulit yang sangat kecil, bukan faktor eksternal seperti alkohol atau keringat. 

Orang yang memiliki kadar asam karboksilat yang berasal dari mikrobiota kulit sangat menarik bagi nyamuk. Penulis penelitian mengatakan ada beberapa teori semu tentang siapa yang suka digigit nyamuk, termasuk wanita, anak-anak, golongan darah tertentu, kadar gula darah, atau orang yang makan bawang putih dan pisang. Namun, semua itu memiliki 'sedikit data yang kredibel' sebagai pendukung.

Beberapa peserta penelitian memiliki "magnet nyamuk" sebanyak 100 kali lebih menarik selama tes, terutama berfokus pada bau kulit yang berbeda. Para ilmuwan melaporkan bahwa dalam satu kasus, nyamuk berkerumun menuju sampel karena kadar asam karboksilat pada kulit satu orang.

"Ini adalah hal yang membuat saya sangat bersemangat sebagai seorang ilmuwan. Ini adalah sesuatu yang nyata. Ini bukan membelah rambut. Ini adalah efek yang sangat besar,” kata peneliti Maria Elena De Obaldia.

Pada akhirnya, kata para peneliti, manusia tidak dapat bersembunyi dari nyamuk betina. Nyamuk betina benar-benar memanfaatkan CO2, bau badan, dan panas tubuh untuk memburu manusia.

Penemuan lain dari penelitian ini adalah nyamuk dapat menemukan manusia menggunakan salah satu dari reseptor deteksi mereka yang terpisah, reseptor Orco dan IR. Bahkan ketika para ilmuwan menonaktifkan satu reseptor, nyamuk masih bisa memburu kulit manusia.

Nyamuk Hanya Menggigit Manusia

Sementara penelitian terpisah Universitas Princeton pada awal tahun 2022 mengungkapkan bahwa nyamuk pembawa penyakit paling mematikan di dunia, Aedes aegypti, berevolusi hingga akhirnya hanya menggigit manusia. 

Baca Juga: Ternyata, Ini Alasan Utama Nyamuk Suka Menggigit Manusia
Ternyata, Ini Alasan Nyamuk Tertarik Menggigit Orang Tertentu

Nyamuk yang membawa virus Zika, demam berdarah dan demam kuning, hanya mengandalkan darah manusia. Dengan menggunakan peralatan pencitraan, para peneliti mencari tahu bau atau pemicu apa yang menyebabkan nyamuk ini lebih menyukai manusia daripada hewan.

“Terlepas dari kompleksitas bau manusia dan fakta bahwa benar-benar tidak ada senyawa khusus pada manusia, nyamuk mengembangkan mekanisme yang sangat sederhana untuk mengenali kita (manusia)" kata studi tersebut.