Nekat Jual Dadih Darah Babi, Wanita Ini Ditangkap dan Didenda Rp91 Juta

Ilustrasi babi. (Pixabay)

Editor: Dera - Sabtu, 3 Desember 2022 | 17:00 WIB

Sariagri - Seorang wanita didenda Rp91 juta karena memiliki dan menjual dadih darah babi yang diimpor secara ilegal. Hukuman denda itu diumumkan Badan Pangan Singapura (SFA) dalam rilis media baru-baru ini.

Mengutip Channel News Asia, Yuan Yifan ditangkap setelah SFA melakukan pemeriksaan dan menyita sekitar 30 kg dadih darah babi dari kediamannya.

Melalui penyelidikan, ditemukan bahwa Yuan telah menjual produk darah babi tersebut secara online. “Produk makanan darah hewan, seperti darah babi, dapat dengan mudah mendukung pertumbuhan bakteri dan penyakit,” kata SFA.

“Pengambilan darah yang tidak higienis juga dapat mengakibatkan masuknya patogen yang ditularkan melalui makanan ke dalam produk makanan darah. Produk makanan yang diimpor secara ilegal berasal dari sumber yang tidak diketahui dan dapat menimbulkan risiko keamanan makanan," tambah mereka.

Baca Juga: Nekat Jual Dadih Darah Babi, Wanita Ini Ditangkap dan Didenda Rp91 Juta
Biofermentasi Tepung Daun Dadap, Solusi Alternatif Pakan Babi



SFA mencatat bahwa impor makanan ke Singapura harus memenuhi persyaratannya. Makanan hanya dapat diimpor oleh importir berlisensi, dan setiap pengiriman harus dinyatakan dan disertai dengan izin impor yang sah.

Mereka yang mengimpor dan menjual produk darah babi secara ilegal dapat didenda hingga S$50.000, dipenjara hingga dua tahun atau keduanya setelah hukuman pertama mereka. Pelanggar selanjutnya dapat didenda hingga S$100.000, dipenjara hingga tiga tahun atau keduanya.