Bahaya! Jangan Lagi Basmi Kecoa di Rumah dengan Cara Menginjak

Ilustrasi kecoak. (pixabay)

Penulis: Triana, Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 30 November 2022 | 18:00 WIB

Sariagri - Adanya kecoa di rumah, tentu membuat kita kesal. Pasalnya, serangga satu ini dianggap jorok karena tempat mereka hidup merupakan tempat-tempat kotor seperti tempat sampah dan selokan.

Biasanya, cara membasmi kecoa termudah adalah dengan menginjaknya langsung. Namun, cara ini sebaiknya jangan lagi kamu lakukan.

Hal ini lantaran dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh dan kebersihan rumah. Nahm untuk lebih jelasnya lagi, berikan tiga alasan kenapa menginjak kecoa tidak diperbolehkan.

1. Bau Kecoa Mati Bisa Menarik Kecoa Lain

Saat menginjak kecoa hingga mati, maka kecoa akan menghasilkan feromon yang memicu bau khas. Feromon adalah bahan kimia yang dikeluarkan oleh bakteri yang hidup di dalam usus kecoa.

Jenis serangga tertentu, seperti kecoa berkomunikasi satu sama lain melalui feromon. Setelah seekor kecoa mati, ia mengeluarkan bau untuk dua tujuan, yakni sebagai sinyal bahaya kecoa lain dan tanda untuk menarik serangga lain untuk mencerna atau anggota tubuh kecoa.

Intinya, bau dari feromon yang dikeluarkan oleh kecoa mati menarik perhatian kecoa lainnya. Zat serupa ini juga digunakan kecoa untuk menarik lawan jenisnya.

2. Bagian Tubuh Kecoa Bisa Memicu Alergi

Menginjak tubuh kecoa menyebabkan bagian tubuh kecoa yang bisa memicu alergi. Selain membawa bakteri dan virus, kecoa juga mengandung protein yang berfungsi sebagai alergen bagi banyak orang.

Alergen adalah zat asing yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada tubuh kita. Bahkan kecoa yang sudah mati masih bisa menyebabkan beberapa reaksi alergi.

Karena itu, tidak disarankan menginjak kecoa sembarangan karena bagian tubuhnya yang hancur dapat memicu alergi. Bahkan, beberapa penelitian sudah mengungkap bahwa alergi kecoa juga bisa memicu serangan asma.

3. Cairan Usus Kecoa Menyebarkan Banyak Bakteri

Menginjak kecoa dapat menyebarkan bakteri, jamur, fungi atau cendawan, dan virus yang berbahaya. Hal ini karena di dalam usus kecoa terdapat banyak mikroba dan parasit berbahaya.

Beberapa kecoa memiliki parasit penyebab giardiasis (gangguan pencernaan akibat infeksi parasit pada usus halus), amoeba penyebab disentri (peradangan dan infeksi pada usus), dan virus penyebab polio.

Baca Juga: Bahaya! Jangan Lagi Basmi Kecoa di Rumah dengan Cara Menginjak
Bolehkah Kita Mengonsumsi Kentang Bersama Kulitnya?

Menurut beberapa penelitian, kecoa memiliki peran sekunder yang kuat dalam menularkan penyakit karena mereka memindahkan atau mengeluarkan patogen dan memakan kotoran manusia.

Banyak juga kecoak yang dapat membawa bakteri di ususnya selama beberapa bulan, bahkan bertahun-tahun. Jika cairan usus kecoa tidak dibersihkan setelah menginjak kecoa, maka mikroba dan parasit ini bisa membahayakan kita.