Daerah di Lombok Masih Zero PMK

Ilustrasi sapi terinfeksi PMK. (Antara)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 28 November 2022 | 15:45 WIB

Sariagri - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyatakan, kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di daerah setempat hingga akhir 2022 masih tetap nol kasus atau zero PMK.

"Kita Lombok Tengah masih zero PMK sejak tiga bulan terakhir hingga saat ini," kata Asisten III Setda Lombok Tengah, H Moh Nazili, Senin (28/11/2022).

Kondisi kasus tersebut telah dilaporkan oleh dinas terkait kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia selaku ketua Tim Satgas PMK. Selain itu, pihaknya juga ikut rapat evaluasi bersama BNPB di Jakarta terkait kasus PMK bersama Tim Satgas Kabupaten.

"BNPB menekankan supaya pemerintah daerah tetap waspada terhadap PMK tersebut," katanya.

Ia mengatakan, semua daerah termasuk pemerintah Kabupaten Lombok Tengah diharapkan tidak boleh lengah dalam mencegah penyebaran virus PMK tersebut. Selain itu, diharapkan menjadi daerah yang bebas PMK, supaya bisa mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Kita harus tetap melakukan pencegahan dari pada melakukan pengobatan," katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam rapat tersebut, bahwa penyakit PMK ini bisa menyebar dan bisa muncul kembali dalam waktu yang tidak bisa ditentukan. Sehingga diharapkan edukasi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan, sehingga PMK tersebut tidak lagi muncul dan merugikan para peternak.

"Secara nasional kasus PMK sudah bisa dikendalikan, dan harus dipertahankan. Sehingga semua pasar hewan sudah bisa dibuka," katanya.

Baca Juga: Daerah di Lombok Masih Zero PMK
Kawasan Ini Tak Ada Lagi Ternak yang Terjangkit PMK

BNPB juga berharap supaya pelayanan vaksinasi PMK terus dilaksanakan dalam rangka mencegah penyebaran virus PMK tersebut.

"Vaksinasi terus jalan sesuai arahan dari pemerintah pusat,"paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, Taufikurahman mengatakan, berdasarkan data sementara capaian vaksinasi PMK di Lombok Tengah cukup baik yakni mencapai 150 ribu dosis dari total target 182 ribu dosis.

"Hingga akhir tahun target vaksin PMK bisa kita tuntaskan,"tukasnya.