Bantu Peternak Indonesia, Australia Siapkan Dana Hibah 1,2 Juta Dolar

Ilustrasi sapi. (pixabay)

Editor: Dera - Senin, 28 November 2022 | 11:00 WIB

Sariagri - Pemerintah Australia akan memberikan dana hibah baru sebesar 1,2 juta dolar untuk membantu industri ekspor ternak sapi negeri itu dan mitranya di Indonesia. Dana tersebut antara lain akan digunakan untuk kegiatan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) dan penyakit kulit kental (LSD).

Pemerintah Australia sebelumnya telah memberikan dana hibah kepada Badan Riset dan Pemasaran LiveCorp, sebagai bagian dari paket biosekuriti senilai 14 juta dolar, untuk mengelola risiko langsung penyakit mulut dan kuku serta penyakit kulit kental ke Australia.

Ketua LiveCorp, Troy Setter mengatakan, dana tersebut akan menambah upaya eksportir dan industri Australia untuk mendukung rekan-rekan mereka di Indonesia, saat mereka menjangkau peternak di daerah sekitar tempat pemberian pakan dan fasilitas peternakan lainnya.

"Banyak petani di sekitarnya adalah petani kecil yang hanya memiliki satu atau dua hewan, dan ini akan membantu melindungi ternak dan mata pencaharian mereka," kata Setter seperti dilansir sheepcentral.com.

Dana hibah ini menurutnya juga akan membantu menciptakan zona penyangga di sekitar tempat pemberian pakan dan fasilitas lain di mana sapi ras Australia dipelihara, sehingga menurunkan risiko PMK dan LSD sambil mendukung peternak lokal.

Wabah penyakit di awal tahun ini berdampak signifikan terhadap ketahanan, aksesibilitas, dan keterjangkauan pangan Indonesia. Importir juga ragu-ragu untuk membawa ternak pada tahap awal, mengingat harga ternak yang tinggi di Australia dan ketidakpastian awal seputar ketersediaan vaksin.

"Jumlah sapi ras Australia di Indonesia mulai meningkat lagi, dan sapi yang diimpor akhir-akhir ini divaksinasi pada saat kedatangan untuk melindungi mereka dari infeksi," kata Setter.

Dana hibah ini akan memberikan penggantian sebagian biaya vaksin dan peralatan penanganan penyakit LSD dan PMK, serta mendukung koordinasi dan logistik untuk membawa peralatan ke fasilitas peternakan.

Baca Juga: Bantu Peternak Indonesia, Australia Siapkan Dana Hibah 1,2 Juta Dolar
Jelang Idul Adha, 3.000 Ekor Sapi di Lumajang Terjangkit PMK



Sementara, berbicara di Rural Press Club of Queensland makan siang di Brisbane, Selasa, 21 November 2022, Menteri Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia, Murray Patrick Watt, mengatakan proyek LiveCorp akan mengganti sebagian biaya program vaksin FMD dan LSD yang digunakan untuk vaksinasi zona penyangga.

Fokus proyek tersebut adalah mendorong vaksinasi spesies rentan di sekitar tempat pemberian pakan dan fasilitas peternakan di seluruh Indonesia dan mendukung kesejahteraan peternak kecil di dalam komunitas ini.

"Ini akan memanfaatkan jaringan industri ekspor ternak untuk mendistribusikan vaksin PMK dan LSD secara efektif di seluruh Indonesia," ujarnya.