Terburuk dalam Sejarah AS, 50 Juta Unggas Musnah Akibat Flu Burung

Ilustrasi unggas. (Ist)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Minggu, 27 November 2022 | 15:00 WIB

Departemen Pertanian Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa kasus flu burung telah memusnahkan 50,54 juta unggas di AS tahun ini, menjadikannya wabah paling mematikan dalam sejarah negara itu.

Kematian ayam, kalkun, dan burung lainnya merupakan bencana kesehatan hewan terburuk di AS hingga saat ini, melampaui rekor sebelumnya sebanyak 50,5 juta unggas yang mati dalam wabah flu burung tahun 2015.

Burung sering mati setelah terinfeksi. Seluruh kawanan, yang dapat mencapai satu juta burung di peternakan ayam bertelur, juga dimusnahkan untuk mengendalikan penyebaran penyakit setelah seekor burung dinyatakan positif.

Kehilangan ternak unggas menyebabkan harga telur dan daging kalkun ke rekor tertinggi, memperburuk penderitaan ekonomi bagi konsumen yang menghadapi inflasi dan membuat perayaan Thanksgiving AS lebih mahal.

Eropa dan Inggris juga menderita krisis flu burung terburuk, dan beberapa supermarket Inggris menjatah pembelian telur setelah wabah mengganggu pasokan.

Wabah di AS, yang dimulai pada bulan Februari, menginfeksi kawanan unggas dan burung non-unggas di 46 negara bagian. Burung liar seperti bebek menularkan virus, yang dikenal sebagai flu burung yang sangat patogen (HPAI), melalui kotoran, bulu atau kontak langsung dengan unggas.

Burung liar terus menyebarkan HPAI ke seluruh negeri saat mereka bermigrasi, jadi mencegah kontak antara kawanan domestik dan burung liar sangat penting untuk melindungi unggas AS, ujar Kepala Petugas Veteriner Departemen Pertanian AS, Rosemary Sifford, seperti dikutip Reuters.

Para peternak berusaha menjaga penyakit dan burung liar keluar dari lumbung mereka dalam upaya meningkatkan langkah-langkah keamanan dan pembersihan setelah wabah 2015. Pada tahun 2015, sekitar 30% kasus dilacak langsung ke asal burung liar, dibandingkan dengan 85% tahun ini.

Baca Juga: Terburuk dalam Sejarah AS, 50 Juta Unggas Musnah Akibat Flu Burung
Pemerintah Inggris Turunkan Level Risiko Penyebaran Flu Burung

Pejabat pemerintah sedang mempelajari infeksi di peternakan kalkun, dengan harapan dapat mengembangkan rekomendasi baru untuk mencegah infeksi. Peternakan kalkun menyumbang lebih dari 70% peternakan unggas komersial yang terinfeksi wabah.

Meskipun wabah tersebut berisiko rendah bagi masyarakat umum, setiap orang tetap harus menghindari kontak langsung dengan burung yang terlihat sakit atau telah mati.