Studi: Pakan Berbahan Nabati Membuat Anjing Lebih Sehat dan Tidak Agresif

Ilustrasi anjing. (pixabay)

Editor: Dera - Sabtu, 26 November 2022 | 20:00 WIB

Sariagri - Memberi makan anjing dengan jenis makanan yang terbuat dari bahan nabati ternyata dapat mengurangi masalah kulit, gastrointestinal (GI), dan membuat anjing menjadi tidak agresif, demikian hasil penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal peer-review Archives of Clinical and Biomedical Research.

Studi ini melibatkan 100 ekor anjing selama 12 bulan. Anjing-anjing rumahan tersebut diberi pakan berbahan nabati yang diproduksi oleh Omni. Hasil studi menemukan bahwa 90 persen anjing yang sebelumnya menderita masalah GI memiliki konsistensi tinja yang lebih baik ketika mereka beralih ke pola makan nabati.

Selain itu, 70 persen dari anjing-anjing tersebut berkurang ketombenya, dan bahkan lebih dari setengahnya bulunya menjadi lebih berkilau. Yang menarik, sekitar seperempat dari jumlah anjing yang diberi makan berbahan nabati menunjukkan tanda-tanda agresi yang berkurang, demikian dikutip dari plantbasednews.org.

Bisakah anjing menjadi vegan?

Memberi makan anjing dengan produk makanan nabati memang masih menjadi kontroversi. Sebagian mengatakan hal itu tidak bisa dilakukan karena anjing pada dasarnya adalah karnivora. Meski, faktanya anjing yang dipelihara di rumah adalah omnivora seperti halnya manusia.

Namun, semakin banyak ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa makanan hewan peliharaan dari bahan nabati tidak hanya dapat diterima, tetapi lebih disukai daripada makanan anjing konvensional.

Baca Juga: Studi: Pakan Berbahan Nabati Membuat Anjing Lebih Sehat dan Tidak Agresif
Studi Baru Menunjukkan Anjing Dapat Mengurangi Rasa Sakit Seseorang



Pada awal tahun ini, studi terbesar yang pernah dilakukan pada diet anjing menemukan bahwa makanan nabati lebih sehat dan lebih aman. Penelitian yang dipublikasikan di Guardian, mengamati kesehatan lebih dari 2.500 anjing pendamping. Peneliti menemukan bahwa anjing yang mengikuti pola makan vegan memiliki lebih sedikit masalah kesehatan daripada mereka yang makan makanan daging konvensional.

Di lain pihak, sebuah studi juga menemukan bahwa makanan anjing berbasis daging justru memiliki sejumlah risiko kesehatan. Ini terjadi karena makanan tersebut kadang dibuat dari bahan yang tidak tidak layak dikonsumsi, misalnya daging dari hewan mati, sekarat, sakit, dan cacat. Sampah plastik dan sampah lainnya juga ditemukan dalam makanan anjing yang berisi daging.