Selamatkan Spesies Keledai yang Terancam Punah, Ilmuwan Gunakan Bayi Tabung

Ilustrasi Keledai (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Sabtu, 26 November 2022 | 09:00 WIB

Sariagri - Para ilmuwan di University of Queensland menggunakan fertilisasi in vitro (IVF) atau bayi tabung untuk menyelamatkan puluhan spesies keledai yang terancam punah. Kelompok peneliti menciptakan embrio keledai pertama yang sukses di dunia menggunakan IVF.

Mengutip Euro News, embrio tersebut berasal dari jenis keledai Eropa yang terancam punah. Saat ini embrio masih dibekukan hingga para peneliti dapat menemukan betina yang cocok untuk implantasi.

“Dengan alat baru untuk menghasilkan embrio di laboratorium, kami dapat membantu mengembalikan populasi suatu spesies jika diperlukan,” kata Dr Andres Gambini, seorang ilmuwan di University of Queensland. 

Kelompok peneliti di University of Queensland telah berhasil menciptakan embrio keledai yang layak menggunakan proses IVF yang dikenal sebagai injeksi sperma intracytoplasmic (ICSI).

Gambini, yang bekerja sama dengan peneliti Argentina dan Spanyol, mengatakan menciptakan embrio itu menantang tetapi membuka banyak kemungkinan.

“Ada banyak masalah yang terkait dengan perkawinan sedarah ketika mencoba meningkatkan populasi spesies. Tetapi teknik IVF ini berarti kita pada dasarnya dapat menggabungkan sperma dan telur dari keledai dengan latar belakang genetik yang berbeda dan menciptakan embrio yang layak,” jelasnya. 

Dia menambahkan bahwa IVF membuka kemungkinan untuk menciptakan "kebun binatang beku" atau bank genetik untuk membantu keledai dan spesies rentan lainnya.

Apakah keledai terancam punah?

Para peneliti mengatakan populasi keledai lebih terancam daripada yang disadari orang. Gambini menjelaskan, tujuh dari 28 spesies domestik Eropa berada dalam status kritis dan 20 terancam punah, sementara spesies keledai liar juga dalam masalah. 

Keledai kerap menghadapi ancaman pencurian, penyembelihan liar, berkurangnya lahan penggembalaan dan tidak lagi digunakan manusia untuk transportasi atau pertanian.

"Ada juga kekhawatiran tentang keledai liar di seluruh dunia yang dibunuh untuk 'ejiao' bahan utama dalam pengobatan tradisional Cina yang dihasilkan dari kolagen di kulit keledai," tambah Gambini. 

Gambini juga pernah melakukan IVF terhadap kuda dan zebra. Timnya saat ini memiliki 10 embrio zebra beku dalam penyimpanan.

“Sepanjang karier penelitian saya, saya telah mengeksplorasi teknologi reproduksi berbantuan untuk meningkatkan kemajuan genetik di semua jenis hewan peliharaan,” katanya.

Baca Juga: Selamatkan Spesies Keledai yang Terancam Punah, Ilmuwan Gunakan Bayi Tabung
Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri, Mesir Manfaatkan Teknologi Pakan Cina

Embrio keledai jauh lebih sulit untuk pengerjaannya, dengan tingkat keberhasilan lima hingga 10 persen. Jumlah tersebut rendah dibandingkan dengan kuda yang sekitar 30 persen.

“Pada 2020, kami melaporkan embrio zebra pertama dan sekarang embrio keledai pertama. Siapa yang tahu apa selanjutnya?" tutupnya.