Bukan Perang, Ini Ancaman Baru yang Dihadapi Peternak Lebah di Gaza

Ilustrasi peternakan lebah madu. (pexels)

Editor: Dera - Rabu, 23 November 2022 | 12:00 WIB

Selama lebih dari 15 tahun, blokade Israel tidak cukup mematikan peternakan lebah di Gaza. Namun di sisi lain, para peternak lebah mengatakan perubahan iklim juga menjadi ancaman baru.

pasalnya, cuaca membuat lebah terkurung di sarangnya saat musim semi, ketika mereka seharusnya keluar mencari nektar.

"Tahun ini menjadi yang terburuk bagi peternak lebah di Gaza, ujar Waleed Abu Daqqa, yang merawat sarang lebah di bagian timur daerah kantong pantai Palestina, seperti dikutip Reuters.

Waleed Abu Daqqa juga mengatakan bahwa telah banyak lebah yang mati. 

Suhu meningkat selama setengah abad terakhir di wilayah itu, di mana 2 juta warga Palestina hidup di bawah blokade ekonomi yang diberlakukan oleh Israel dan Mesir sejak kelompok Hamas mengambil kendali pada 2007.

Selama beberapa tahun terakhir, jumlah sarang lebah hampir berkurang setengahnya dan produksi madu turun dari 400 ton menjadi 180 ton.

Peternak lebah dan lebahnya kehilangan akses ke lahan pertanian utama, dibuldoser di dekat garis perbatasan. Blokade dan enam kali perang telah mempersulit dan menyebabkan mahalnya impor pasokan.

Seorang pejabat dari Kementerian Pertanian, Adham Al-Basyouni, mengatakan bahwa saat ini faktor utama yang menyebabkan krisis lebah adalah perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global.

Tahun ini di Gaza, iklim yang tidak terduga itu membawa musim dingin yang tidak sesuai dengan musimnya. Untungnya, beberapa warga Gaza memiliki jenis sarang yang tepat untuk menahannya.

Kami menyaksikan badai hujan berulang, yang memaksa lebah untuk tinggal di dalam sarang, dan mereka memakan apa yang ada di dalamnya dan itu menyebabkan produksi yang buruk,” jelasnya.

Lebah dan penyerbuk lainnya sangat penting bagi pertanian dan satwa liar di seluruh dunia, dan dampak perubahan iklim menjadi masalah global.

Baca Juga: Bukan Perang, Ini Ancaman Baru yang Dihadapi Peternak Lebah di Gaza
Ini Loh Jenis Lebah Penghasil Madu Terbaik di Indonesia

Pergeseran radikal dalam suhu, kekeringan, dan banjir mengganggu habitat asli penyerbuk, membuat ekosistem tidak cocok untuk proses yang diperlukan guna mempertahankan populasi, seperti hibernasi musim dingin, pembentukan sarang musim semi, dan reproduksi, tulis peneliti lebah Diana Cox-Foster dan Gloria DeGrandi-Hoffman dari Departemen Pertanian Amerika Serikat.

Seorang insinyur pertanian dan pemelihara lebah Gaza, Ratib Sammour, mengaku bahwa produksi madunya menurun. Dia menambahkan, kondisi itu juga menyebabkan jumlah produk lain seperti royal jelly, bee pollen, racun lebah, dan lem lebah atau propolis ikut terdampak.

Video Terkait