9 Ekor Sapi di Sumbawa Mendadak Mati Misterius

Sebanyak 9 ekor sapi peternak mati mendadak secara misterius. (Sariagri/Yongki)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 21 November 2022 | 20:45 WIB

Sariagri - Sariagri - Seorang peternak asal Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Arrahman harus pasrah meratapi sembilan ekor sapi miliknya yang mati mendadak secara misterius pada awal pekan kemarin. 

Saat didatangi Sariagri ke lokasi peternakannya, Arrahman mengaku kaget melihat kondisi ternak yang sudah terkapar tak bernyawa. Hingga kini ia belum mengetahui pasti penyebab kematian sapi yang ia pelihara sedari tahun lalu itu. 

"Sampai saat ini kita melihat sapi ini kan keluar liurnya melalui mulutnya, tapi kan tidak ada tanda-tanda apapun dari kematiannya," Kata Arrahman.

Pada saat sebelum kejadian, Arrahman mengaku cuaca lagi hujan lebat disertai angin kencang, ditambah dengan sambaran petir yang terjadi beberapa kali di wilayahnya. 

Ia dan para peternak yang lain awalnya menduga bahwa kematian mendadak pada sapi diakibatkan oleh sambaran petir, karena lokasi peternakan Arrahman berada di dataran tinggi Desa Penyaring. 

"Kita kira ini penyebabnya karena petir, tapi tidak ada tanda sapi ini tersambar paling tidak kan ada bekas terlihat seperti tersengat listrik," jelasnya.

Tidak hanya menduga kematian sapinya karena petir, Arrahman juga mengaku kemungkinan sapi tersebut mati karena penyakit mulut dan kuku (PMK). Namun tidak semua dari sapi mengeluarkan busa di mulutnya, terlebih kata Arrahman sapi yang ia pelihara sudah disuntik dan tidak pernah terinfeksi PMK. 

Baca Juga: 9 Ekor Sapi di Sumbawa Mendadak Mati Misterius
Padang Gembalaan Dibangun, Populasi Ternak di Daerah Ini Meningkat

Disamping itu, ia mengira sapi tersebut mengidap keracunan makanan, bahkan ia sempat diceritakan oleh peternak lain bahwa sapinya tersebut mati karena diracun oleh orang tidak dikenal. 

"Kalau seperti itu kata teman-teman disini, kayaknya diracun sapi itu,"imbuhnya.

Pihaknya berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kematian pada sapinya. 

"Ya kami berharap pemerintah ini turun atau petugas kesehatan agar kita tahu penyebab pastinya," pungkasnya.

Video Terkait