Peternak Milenial Berbagi Kisah Manisnya Bisnis Beternak Ayam Pedaging

Erlanda Saputra, peternak milenial asal Lampung (Istimewa)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Minggu, 30 Oktober 2022 | 18:00 WIB

Sariagri - Ragam usaha di sektor peternakan mulai banyak dilirik oleh kaum milenial. Seperti yang dilakukan oleh Erlanda Saputra (26), milenial asal Lampung yang kini menjadi peternak ayam pedaging.

Erlan sapaan akrabnya mengatakan, dunia peternakan yang digelutinya berawal dari permintaan sang ayah yang memintanya untuk melanjutkan usaha milik keluarga, yakni peternakan ayam. Meski awalnya sempat ragu, Erlan pun memutuskan untuk fokus terjun ke dunia peternakan.

"Kebetulan waktu itu saya masih kerja di Arab Saudi. Orangtua kan juga pensiunan terus berencana ingin dirumah saja (bangun usaha). Terus saya diminta pulang untuk mengurusi ternak. Waktu itu juga kepikiran orangtua sudah berumur," ujar Erlan kepada Sariagri, beberapa waktu lalu.

"Pertamanya saya merasa berat karena (latar belakang) jurusan jauh banget, saya kan jurusannya Manajemen Ekonomi diminta untuk beternak enggak paham ilmunya. Tapi memang dikasih tahu orangtua untuk coba dulu siapa tahu bisa kembangin. Jadi yaudah saya belajar lagi," sambungnya.

Perjalanan Erlan menggeluti usaha ternak terbilang tidak selalu mulus. Sebab, dia sempat beberapa kali dipandang sebelah mata oleh teman-temannya.

"Teman-teman pada tanya kenapa harus (usaha) peternakan ayam? terus saya pikir sudahlah saya ingin coba yang baru saja. Banyak yang tanya, kenapa sih mau bau-bauan? dan mereka pas tahu hasilnya, wah gila sih kok bisa kayak gitu," kenang Erlan.

Erlan mengungkapkan, usaha peternakannya memiliki kapasitas sekitar 20 ribu hingga 21 ribu populasi. Ia juga bermitra dengan perusahaan, di mana hasil panennya sudah pasti terserap oleh mitra.

"Dengan populasi 20 ribuan, omset kotor bisa capai 500 juta hingga 600 juta sekali panen. Tapi itu belum dipotong biaya sarana dan prasarana lainnya. Kalau bermitra itu enaknya sudah pasti terserap hasil panen, jadi enggak bingung mau jual hasil panennya," jelasnya.

Menurut Erlan, potensi bisnis di sektor pertanian kedepannya sangat cerah. Hal ini bisa terlihat dari konsumsi masyarakat yang hampir setiap hari mengonsumsi makanan berupa ayam.

"Kalau potensi kedepan bagus banget, karena enggak mungkin masyarakat itu ga makan ayam. Setiap hari ada aja yang makan ayam. Ini potensinya bagus banget untuk prospek kedepan," teranngya.

Baca Juga: Peternak Milenial Berbagi Kisah Manisnya Bisnis Beternak Ayam Pedaging
Kisah Joshua, Lulusan S2 dari ITB yang Pilih Jadi Peternak Ayam di Masa Pandemi

"Ayah saya juga melihat potensi ayam ini bagus. Rencana keluarga juga ingin bangun 5 kandang lagi karena ingin memangaatkan tanah yang luasnya 2 hektare. Cuma ini masih banyak PR yang harus dikerjakan lagi. Kita ingin bikin perusahaan sendiri dan kirim langsung ke Singapura untuk ekspor. Tapi tahapnya masih banyak yang harus dilalui," sambungnya.

Erlan menjelaskan ada tiga hal penting dalam hal budidaya ternak, yaitu udara, air dan kelembaban.

"Faktor udara itu berpengaruh saat ayam masih kecil karena dia kan sukanya hangat. Kalau sudah besar cenderung dingin. Kalau faktor air harus benar-benar bagus. Saya pernah ada kendala di air karena kenya penyakit e.coli. Saya belajar bahwa air penting banget. Kalau air, udara dan kelembaban bagus itu pasti sudah enak budidayanya," jelasnya.

Video Terkait