Padang Gembalaan Dibangun, Populasi Ternak di Daerah Ini Meningkat

Petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur secara rutin memberikan vaksin ternak sapi milik peternak di daerah itu. (Antara/Benny Jahang)

Editor: Yoyok - Senin, 24 Oktober 2022 | 07:00 WIB

Sariagri - Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Johana Lisapali optimistis pembangunan sektor peternakan di provinsi berbasis kepulauan ini berkembang lebih pesat setelah adanya ranch (padang gembala) peternakan di Besipae, Desa Linamuti, Kecamatan Amanuban Selatan, yang dikelola secara profesional.

"Kehadiran ranch peternakan di Besipae itu mampu mendorong percepatan dalam pembangunan sektor peternakan. Ternak yang dikembangkan di NTT akan lebih baik dan berkualitas," kata Johana Lisapali di Kupang, Minggu (23/10/2022).

Johana Lisapali mengatakan hal itu terkait dampak pembangunan sektor peternakan setelah Pemerintah NTT bersama investor mengembangkan usaha peternakan di Besipae.

Ia mengatakan kawasan Besipae sejak 1982 digunakan Pemerintah Provinsi NTT untuk pengembangan usaha peternakan yang dikelola salah satu UPT Peternakan NTT khusus untuk pakan ternak.

Kawasan Besipae yang sangat luas nantinya dijadikan lokasi pengembangan usaha peternakan terintegrasi dengan pertanian. Selain itu, Dinas PUPR membangun jalan tani serta tiga embung dalam kawasan Besipae sehingga daerah itu menjadi kawasan peternakan yang lebih moderen.

Pemerintah NTT, lanjut dia, juga menjadikan kawasan peternakan di Besipae sebagai lokasi edukasi bagi masyarakat peternak tentang bagaimana sistem peternakan yang baik agar menghasilkan ternak yang lebih berkualitas.

Melalui sistem peternakan yang berkualitas, menurut dia, maka populasi ternak di NTT juga dipastikan meningkat pesat, karena masyarakat peternak di Kabupaten Timor Tengah Selatan telah mendapatkan edukasi tentang sistem peternakan yang lebih baik.

Baca Juga: Padang Gembalaan Dibangun, Populasi Ternak di Daerah Ini Meningkat
Mengenal Pasture Fatteing, Sistem Penggemukan pada Sapi

Saat ini, populasi ternak di Provinsi Nusa Tenggara Timur saat ini mencapai 1, juta ekor untuk sapi dan 2,5 juta ekor ternak Babi.

"Kami yakin khusus ternak Sapi di NTT pada beberapa tahun mendatang populasinya meningkat pesat karena sistem peternakan sudah lebih memadai, kalau selama ini para peternak lebih pada peternakan tradisional tetapi ke depan sudah lebih moderen," kata Johana Lisapali.