Gara-gara Hal Ini, Singapura Gencar Budidaya Nyamuk

Ilustrasi nyamuk demam berdarah. (Pixabay)

Editor: Dera - Sabtu, 15 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Sariagri - Meski memiliki bentuk tubuh yang kecil, nyamuk merupakan serangga yang sangat dihindari. Selain karena gigitannya membuat kulit gatal, serangga yang satu ini bisa menimbulkan penyakit yang mematikan, yaitu demam berdarah dengue (DBD). 

Mengutip keterangan Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), jumlah kumulatif kasus konfirmasi DBD dari Januari 2022 hingga September 2022 dilaporkan sebanyak 87.501 kasus dan 816 kematian. 

DBD juga mengancam negara-negara di Asia Tenggara lainnya tidak terkecuali Singapura. Untuk menghadapi hal tersebut, Singapura menjalankan Proyek Wolbachia. Proyek ini melibatkan proses pengembangbiakkan nyamuk. 

Mengutip Straits Times, nyamuk jantan nantinya diberikan bakteri Wolbachia, yang dapat mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti, penyebab demam berdarah. Bakteri ini banyak ditemukan pada serangga, tetapi tidak pada nyamuk Aedes aegypti.

Ketika nyamuk Wolbachia-Aedes jantan kawin dengan nyamuk Aedes aegypti betina yang tidak membawa bakteri, telur yang dihasilkan tidak menetas. Hal tersebut mengurangi jumlah nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk Wolbachia-Aedes jantan tidak menggigit atau menularkan penyakit.

“Pelepasan nyamuk Wolbachia-Aedes jantan secara teratur dari waktu ke waktu pada akhirnya akan mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti perkotaan. Nantinya akan mengurangi potensi penyebaran penyakit seperti demam berdarah,” mengutip keterangan The National Environment Agency (NEA). 

Nyamuk Wolbachia-Aedes jantan dibiakkan secara selektif di fasilitas produksi nyamuk NEA di Ang Mo Kio, yang dibuka pada 2019. Ada beberapa proses seperti memastikan kondisi yang tepat untuk pemeliharaan jentik, memilah nyamuk menurut jenis kelaminnya, dan melakukan pemeriksaan untuk memastikan adanya Wolbachia pada nyamuk jantan. Setelah semua sesuai standar, nyamuk dilepasliarkan.

Baca Juga: Gara-gara Hal Ini, Singapura Gencar Budidaya Nyamuk
6 Langkah Budidaya Kelinci Pedaging agar Sukses dan Cepat Panen

Di Tampines dan Yishun, Singapura, di mana nyamuk Wolbachia-Aedes jantan dilepaskan selama lebih dari setahun, NEA mengamati hingga 98 persen pengurangan populasi nyamuk aedes aegypti. Selain itu terdapat 88 persen penurunan kasus demam berdarah.

“Hasil positif dari studi lapangan di lokasi pelepasliaran menunjukkan bahwa pelepasan berkelanjutan nyamuk Wolbachia-Aedes jantan berhasil menekan populasi nyamuk Aedes aegypti betina perkotaan di Singapura,” tukas NEA.