Kurangi Emisi, Negara Ini Terapkan Tarif Pajak Sendawa Sapi

Ilustrasi sapi. (pixabay)

Editor: Dera - Rabu, 12 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Pemerintah Selandia Baru mengusulkan pengenaan pajak atas gas rumah kaca yang dihasilkan oleh hewan ternak ketika bersendawa dan buang air kecil. Kebijakan yang diusulkan pada Selasa (11/10) itu disiapkan guna memerangi perubahan iklim.

Pemerintah Selandia Baru juga mengatakan bahwa pajak pertanian tersebut akan menjadi yang pertama di dunia, dan para petani harus dapat mengantisipasi biaya itu dengan menaikkan harga produk-produk yang ramah lingkungan.

Wellington berjanji untuk mengurangi emisi metana pertanian sebesar 10% pada tahun 2030, serta mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencapai netralitas karbon pada tahun 2050.

Penolakan dari Petani

Federasi Petani menyebut rencana itu akan 'menghancurkan kota kecil Selandia Baru'. Menurut mereka, kebijakan itu akan memaksa pertanian diganti dengan pohon.

Presiden Federasi Petani Nasional, Andrew Hoggard, menjelaskan bahwa para petani telah bekerja dengan pemerintah selama lebih dari dua tahun untuk mengembangkan strategi pengurangan emisi yang tidak akan mengurangi produksi pangan.

Namun, tambahnya, proposal baru tersebut akan memaksa petani untuk menjual lahan mereka. Sementara itu, legislator oposisi konservatif memperingatkan bahwa skema tersebut malah akan meningkatkan emisi karena pertanian akan beralih ke negara-negara dengan praktik pertanian yang kurang efisien.

Dorongan Pemerintah ke Depan

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengatakan semua uang yang terkumpul dari retribusi pertanian yang direncanakan akan diinvestasikan kembali ke sektor tersebut untuk membiayai teknologi baru, penelitian, dan pembayaran insentif bagi petani.

Menteri Pertanian Damien O'Connor menggambarkannya sebagai prospek yang menarik bagi para petani di negaranya.

Petani sudah mengalami dampak perubahan iklim akibat kekeringan dan banjir yang lebih sering terjadi. Memimpin emisi pertanian baik untuk lingkungan dan ekonomi kita,” ujarnya, seperti dikutip DW.

Tes Probiotik untuk Kurangi Emisi

Hewan ternak mengeluarkan gas yang menyebabkan pemanasan global, terutama metana dari sendawa ternak dan nitrous oxide dari urinnya.

Fakta bahwa terdapat 10 juta sapi dan 26 juta domba di Selandia Baru dibandingkan dengan 5 juta orang penduduknya menjadikannya penting untuk mengatasi emisi pertanian.

Raksasa susu Selandia Baru Fonterra telah melakukan uji coba sejak 2021 untuk mengukur efektivitas probiotik dalam mengurangi emisi metana. Anak sapi diberi probiotik yang menurut penelitian mengurangi sendawa atau emisi metana.

Uji coba awal menunjukkan bahwa anak sapi mengeluarkan metana hingga 20% lebih sedikit ketika menerima suplemen probiotik. Hal itu dikonfirmasi oleh Shalome Bassett, ilmuwan utama di Pusat Penelitian dan Pengembangan Fonterra.

Baca Juga: Kurangi Emisi, Negara Ini Terapkan Tarif Pajak Sendawa Sapi
Dilema Para Peternak Sapi di Belanda Hadapi Perubahan Iklim

Probiotik sangat bagus karena merupakan solusi yang benar-benar alami, kata Bassett kepada kantor berita Reuters.

Menurutnya, uji coba yang sedang berlangsung menjanjikan hasil positifFonterra mengharapkan untuk mendapatkan probiotik yang dikenal sebagai Kowbucha di toko-toko pada akhir tahun 2024. Target itu akan terjadi tepat sebelum petani Selandia Baru harus mulai membayar sendawa hewan ternak mereka.