Flu Burung Mewabah, Belanda Musnahkan 102.000 Ekor Ayam

Ilustrasi ayam. (Foto: Unsplash)

Editor: Dera - Rabu, 5 Oktober 2022 | 09:00 WIB

Sariagri - Belanda memusnahkan sekitar 102.000 ekor ayam di sebuah peternakan di kota Kiel-Windeweer. Hal tersebut dilakukan setelah adanya deteksi jenis flu burung yang sangat menular. 

Mengutip Reuters, Belanda memiliki 15 kasus flu burung yang sangat mematikan dalam sebulan terakhir. Puluhan kasus flu burung juga dilaporkan pada awal tahun. 

Sebelumnya Prancis juga menghadapi kasus flu burung setelah mengalami gelombang flu burung terburuk pada awal 2022. Prancis adalah produsen unggas terbesar kedua di Uni Eropa dan wabah flu burung 2022 adalah paling parah yang pernah dialami negara itu.

Flu Burung di Eropa

Eropa mendapati sejumlah deteksi virus flu burung yang sangat menular dari Juni hingga September. Menurut tinjauan terbaru oleh EFSA, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa, dan laboratorium referensi Uni Eropa, virus tersebar melalui burung liar dan domestik. 

Pada tahun-tahun sebelumnya, tidak ada kasus atau hanya beberapa kasus yang terdeteksi selama periode musim panas. Musim flu burung 2021–2022 secara keseluruhan menghasilkan epidemi terbesar yang sejauh ini diamati di Eropa.

Antara 11 Juni dan 9 September 2022, sebanyak 788 deteksi flu burung sangat menular dilaporkan di 16 negara Uni Eropa dan Inggris, dengan 56 kasus pada unggas, 22 dan 710 pada burung penangkaran dan liar. 

Kegigihan yang tidak biasa pada burung liar berlanjut sepanjang musim panas dan terjadi di 15 negara Eropa. Virus mencapai koloni penangkaran burung laut di pantai Atlantik utara, menyebabkan kematian unggas besar-besaran, terutama di Jerman, Prancis, Belanda, dan Inggris.

Baca Juga: Flu Burung Mewabah, Belanda Musnahkan 102.000 Ekor Ayam
Harga Gandum dan Unggas Ukraina yang Murah Bikin Peternak Uni Eropa Rugi

“Dengan kasus yang terdeteksi pada unggas dan burung liar hingga September, epidemi saat ini jelas masih berlangsung," kata Guilhem de Seze, Kepala Produksi Penilaian Risiko Departemen di EFSA. 

Saat migrasi musim gugur dimulai, jumlah burung liar di Eropa meningkat, kata de Seze. Burung-burung tersebut kemungkinan berisiko lebih tinggi membawa virus flu burung karena persistensi virus. 

 

Video Terkait