Virus Ini Bunuh 100.000 Sapi Ancam Mata Pencaharian Penduduk

Ilustrasi sapi jaliteng (Foto: Taman Safari)

Editor: Reza P - Senin, 3 Oktober 2022 | 07:00 WIB

Penyakit Lumpy Skin Disease/LSD telah membunuh hampir 100.000 ekor sapi dan kerbau di India, serta menginfeksi lebih dari 2 juta hewan ternak di negara itu, seperti diberitakan Associated Press.

Wabah LSD menghancurkan pendapatan para peternak sapi karena penyakit tersebut tidak hanya mengakibatkan kematian, tetapi juga dapat menyebabkan penurunan produksi susu, badan hewan kurus, dan masalah kelahiran.

Penyakit LSD disebarkan oleh serangga yang meminum darah seperti nyamuk dan kutu. Sapi dan kerbau yang terinfeksi memiliki gejala demam dan timbul benjolan di kulitnya.

Kantor berita Press Trust of India melaporkan saat ini virus telah menyebar ke setidaknya 15 negara bagian dengan jumlah kematian sapi dan kerbau hampir dua kali lipat dalam tiga minggu.

Para petani di India telah mengalami kerugian besar akibat peristiwa cuaca ekstrem selama setahun terakhir, yaitu karena gelombang panas yang mengurangi hasil panen gandum pada bulan April, curah hujan yang tidak mencukupi di bagian timur, dan curah hujan yang luar biasa di bulan September sehingga merusak pertanian beras di utara.

Pakar kebijakan pertanian di Kota Chandigarh, Devinder Sharma, mengatakan bahwa penyebaran virus LSD berdampak buruk bagi petani kecil, dimana banyak dari mereka beralih menjadi peternak sapi untuk diambil susunya.

“Ini masalah serius, dan (penyakit) ini ... telah berkembang sejak beberapa tahun terakhir,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa angka pemerintah kemungkinan kurang dari jumlah kematian sebenarnya akibat penyakit tersebut.

Kasus pertama LSD di Asia Selatan terdeteksi pada 2019, dan sejak itu menyebar ke India, Cina, dan Nepal. Penyakit itu pertama kali dicatat di Zambia pada tahun 1929 dan meluas melalui Afrika, serta baru-baru ini ke beberapa bagian Eropa.

Susu merupakan salah satu komoditas pertanian terbesar di India, mempekerjakan 80 juta orang dan menyumbang 5 persen dari ekonominya. Sebagai produsen susu terbesar di dunia, India menyumbang lebih dari seperlima produksi global.

Guna melindungi industri, pihak berwenang memvaksinasi sapi sehat menggunakan suntikan yang dirancang untuk penyakit serupa. Pemerintah juga sedang berupaya mengembangkan vaksin yang lebih efektif.

Petani di negara bagian yang terkena dampak, seperti Himalayan Himachal Pradesh, juga mendesak pemerintah untuk mengucurkan bantuan keuangan.

Baca Juga: Virus Ini Bunuh 100.000 Sapi Ancam Mata Pencaharian Penduduk
Waspada, Flu Burung Telah Menyebar di Eropa dan Asia

Sementara itu, sebuah studi tentang susunan genetik virus LSD menemukan bahwa virus itu sangat berbeda dari versi sebelumnya.

Virus berevolusi sepanjang waktu dan tidak semua perubahan ini berbahaya bagi kesehatan. Namun, penelitian tersebut mengungkapkan perlunya pemantauan dan pelacakan penyakit secara terus menerus karena tidak jelas bagaimana virus berevolusi dalam dua tahun terakhir.

Video Terkait