Wapres Sebut Indonesia Punya Pasar Luas untuk Sarang Burung Walet

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin memberikan arahan (ANTARA/HO-Asdep KIP Setwapres)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Sabtu, 1 Oktober 2022 | 22:00 WIB

Sariagri - Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan, sarang burung walet memiliki potensi besar untuk ekspor. Namun, sayangnya pelaku usaha sarang burung walet masih menghadapi sejumlah tantangan. Wapres menyebutkan, kini pemerintah punya perhatian khusus untuk memajukan industri sarang burung walet. Hal ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah pada perekonomian masyarakat.

"Pemerintah punya perhatian untuk memajukan perwaletan, baik dalam arti pengelolaan, pengolahan, maupun dalam arti pemasaran. Ini komitmen pemerintah," ucap Wapres dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/9).

Oleh karena itu, Ia mengharapkan para pelaku industri SBW agar dapat mengembangkannya dengan baik, sehingga membawa manfaat dan maslahat bagi masyarakat.

Meski punya pasar yang luas, namun sayangnya ekspor sarang burung walet terutama ke Cina punya syarat yang cukup rumit, sehingga sulit ditembus para eksportir. “Saya tanya apakah karena khasiatnya berbeda, ternyata bukan soal khasiat, tetapi soal bentuk. Yang anehnya (ekspor) tidak bisa lewat negara lain, tetapi harus lewat Hong Kong, jadi harganya lebih rendah,” ujarnya.

Oleh karenanya, Wapres meminta kepada para pelaku industri SBW agar menginventarisasi masalah-masalah hambatan ekspor yang ada secara detail dan segera menyampaikannya kepada pemerintah.

Baca Juga: Wapres Sebut Indonesia Punya Pasar Luas untuk Sarang Burung Walet
Tips Menghasilkan Pakan Kutu untuk Burung Walet

“Kita akan mencoba mencari jalan bagaimana agar bisa menembus (pasar Cina). Dahulu bisa, tapi belakangan tidak," terangnya.

Wapres mengungkapkan bahwa untuk menyelesaikan segala permasalahan teknis terkait industri SBW, ia akan segera mengoordinasikannya dengan kementerian/lembaga dan pihak terkait lainnya.

Video Terkait