Ini Alasan Kenapa Tikus Sering Dijadikan Hewan Percobaan

Ilustrasi Tikus (Pixabay)

Penulis: Triana, Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 10 Oktober 2022 | 22:30 WIB

Sariagri - Banyak sekali penelitian yang menjadikan tikus sebagai hewan percobaan. Padahal, penelitian ini hasilnya untuk manusia. Sebagai contoh obat-obatan, seringkali tikus dijadikan hewan percobaan untuk keefektifan obat tersebut, yang nantinya jika berhasil baru akan diproduksi masal dan dijual pada manusia.

Bahkan dari sekian banyaknya hewan yang ada di dunia, tikus menjadi yang paling sering digunakan dalam berbagai penelitian. Namun, penggunaan hewan kecil ini ternyata bukan tanpa alasan, lho.

Sebenarnya ada beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi. Alasan paling utama tentu adalah adanya kemiripan genetik dengan manusia. Selain itu, masih ada beberapa alasan lain yang mendukung penggunaan tikus sebagai bahan percobaan.

Ini Alasan Kenapa Tikus Sering Dijadikan Hewan Percobaan

Genetik Mirip manusia

Alasan pertama mengapa tikus sering jadi alat percobaan karena karakteristik genetik. Biologi dan perilakunya sangat mirip dengan manusia, dan banyak gejala kondisi manusia dapat direplikasi pada tikus.

Selain itu, tikus adalah mamalia yang berbagi banyak proses dengan manusia atau hidup di lingkungan yang dekat. Sehingga sesuai digunakan untuk menjawab banyak pertanyaan dari berbagai penelitian.

Para ilmuwan sekarang dapat pembiakan tikus yang diubah secara genetik yang disebut tikus transgenik. Di mana tikus tersebut membawa gen yang mirip, sehingga bisa mengalami penyakit yang sama pada manusia.

Gen-gen tertentu dapat dimatikan untuk menciptakan tikus knockout yang dapat digunakan buat mengevaluasi efek bahan kimia penyebab kanker (karsinogen) dan menilai keamanan obat.

Murah dan Mudah Didapat

Alasan lain penggunaan tikus adalah harganya yang relatif murah dan mudah dibeli dalam jumlah besar. Hal ini tentunya akan sangat membantu mengurangi beban biaya penelitian yang dilakukan.

Selain itu, sekarang ini sudah ada produsen yang menyediakan tikus khusus untuk digunakan sebagai objek penelitian.

Usia Pendek dan Mudah Berkembang Biak

Alasan ketiga adalah usia tikus yang relatif pendek serta cepat berkembang biak. Tikus bisa hidup selama dua hingga tiga tahun. Bahkan hewan ini hanya membutuhkan dua sampai tiga bulan untuk bisa mulai berproduksi.

Lamanya tikus hamil hingga melahirkan pun hanya membutuhkan waktu 21 hari. Dengan begitu para peneliti bisa mengamati tikus dalam beberapa generasi dalam waktu yang singkat. Cara ini akan memberikan hasil penelitian yang lebih valid.

Mudah Adaptasi

Para ilmuwan dan peneliti mengandalkan tikus, karena alasan kenyamanan. Mereka menilai jika tikus mudah ditampung, dirawat, dan beradaptasi baik dengan lingkungan baru. Dengan kemampuan adaptasi ini, tikus tidak akan cepat mati saat dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain.

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Tikus Sering Dijadikan Hewan Percobaan
Kamu Harus Tahu! Berikut Sederet Hewan yang Sudah Punah

Mudah Disimpan di Lab

Kelebihan terakhir adalah ukurannya yang kecil. Mungkin ada beberapa hewan lain yang bisa memiliki kemiripan dengan manusia sehingga bisa jadi bahan percobaan.

Namun, sebagian besar memiliki ukuran besar dan membutuhkan ruang untuk penyimpanan. Pada uji coba sederhana, tikus adalah hewan yang paling cocok digunakan dan bisa disimpan di lab tanpa menghabiskan banyak ruang.