Lampung Dapat Tambahan 500 Dosis Vaksin PMK di September 2022

Dokter hewan Dinas Pertanian dan Perikanan menyiapkan dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk sapi ternak di Kandang Komunal Gapoktan Desa Mertan, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (18/6/2022). Vaksinasi tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah PMK sapi. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Jumat, 23 September 2022 | 22:00 WIB

Sariagri - Dinas Pertanian (Distan) Kota Bandarlampung telah mendapatkan tambahan 500 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk disuntikkan pada sapi-sapi milik peternak di kota itu.

"Untuk bulan September, kami mendapatkan tambahan vaksin PMK dari Pemprov Lampung sebanyak 500 dosis untuk segera digunakan," kata Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian Kota Bandarlampung M. Rifki di Bandarlampung, Jumat (23/9).

Ia menyampaikan bahwa dari alokasi 500 vaksin PMK yang diperoleh, Dinas Pertanian telah melakukan vaksinasi untuk 125 ekor sapi yang dimiliki peternak di Kota Bandarlampung.

"Yang 125 ekor sapi ini baru disuntikkan vaksin PMK dosis pertama," katanya.

Disisi lain, Rifki pun menyampaikan bahwa sapi-sapi peternak yang telah mendapatkan vaksinasi PMK dosis lengkap atau dua kali di kota telah mencapai 400 ekor.

"Sejauh ini sudah 400 ekor sapi yang mendapatkan dosis kedua vaksinasi PMK, sedangkan 125 ekor baru dosis pertama," kata dia.

Baca Juga: Lampung Dapat Tambahan 500 Dosis Vaksin PMK di September 2022
Cegah PMK, Lampung Ajak Peternak Terapkan Biosecurity Ketat

Dia mengatakan sejauh ini di Kota Bandarlampung belum ditemui sapi-sapi yang positif terjangkit PMK.

"Kalau sapi belum kami temukan ada yang PMK, namun kasus PMK ditemukan di kambing beberapa waktu lalu tapi semuanya sudah sembuh dan Bandarlampung sekarang nol kasus PMK," kata dia.

Ia pun mengatakan bahwa guna mencegah kasus PMK pada ternak pihaknya pun terus melakukan sosialisasi penerapan biosecurity kepada peternak di kota ini.

Video Terkait