Harga Gandum dan Unggas Ukraina yang Murah Bikin Peternak Uni Eropa Rugi

Ilustrasi ayam kampung (Pxhere)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Selasa, 20 September 2022 | 08:00 WIB

Sariagri - Masuknya gandum dan unggas murah Ukraina merugikan petani di Uni Eropa karena mereka sulit mendapatkan keuntungan. Disamping itu, negara-negara yang kekurangan biji-bijian, tidak mendapatkan makanan yang sangat mereka butuhkan.

Padahal negara-negara itu seharusnya mendapatkan manfaat dari pengaturan yang ditengahi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk memastikan pengiriman sereal dan minyak bunga matahari yang aman dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina.

“Saya mendukung Ukraina, tetapi saya yakin UE membuka kotak Pandora, ” Jan Bieniasz, direktur pelaksana koperasi petani di desa Laka, Polandia.

Pernyataan itu disampaikan mengacu pada keputusan Komisi Eropa untuk menghapus tarif dan kuota untuk memungkinkan Kiev mengekspor biji-bijiannya melalui darat dan dari pelabuhan Eropa di tengah konflik dengan Rusia.

Langkah tersebut telah membuat negara-negara Uni Eropa dibanjiri barang-barang pertanian yang lebih murah, seperti gandum dan jagung Uni Eropa umumnya masing-masing dijual seharga 324 Dolar AS dan 307 Dolar AS per ton, sementara gandum dan jagung Ukraina dijual sekitar 272 Dolar AS per ton dan 251 Dolar AS per ton.

Ketua Asosiasi Produsen Gandum Nasional Bulgaria Iliya Prodanov menggambarkan situasi serupa di negaranya. Ia mengatakan bahwa petani Ukraina tidak harus mematuhi peraturan lingkungan yang sama seperti rekan-rekan Uni Eropa mereka. Pekan lalu, petani di beberapa kota Bulgaria memprotes impor pertanian Ukraina.

Peternak unggas Prancis telah mengajukan keluhan serupa. Mereka mencatat bahwa impor ayam dari Ukraina meningkat lebih dari dua kali lipat pada paruh pertama tahun 2022 dan mendesak UE untuk tidak memperbarui perjanjian pembatalan tarif.

"Selain menetapkan harga barang-barang petani lokal, kargo Ukraina juga mengambil ruang yang dibutuhkan di pelabuhan UE," kata Cristian Gavrila dari organisasi perdagangan Rumania PRO AGRO.

Baca Juga: Harga Gandum dan Unggas Ukraina yang Murah Bikin Peternak Uni Eropa Rugi
India Hadapi Flu Burung di Tengah Pandemi COVID-19

Perlu diketahui, ekspor biji-bijian dari Ukraina melonjak 66 persen pada bulan lalu karena PBB mengawasi kesepakatan untuk memastikan perjalanan yang aman dari Laut Hitam.

Akan tetapi, sebagian besar pengiriman tersebut telah dikirim ke Eropa dan negara-negara berpenghasilan tinggi lainnya, dibandingkan ke negara-negara miskin yang berurusan dengan krisis pangan. Padahal negara-negara miskin ini seharusnya mendapatkan manfaat dari perjanjian tersebut.

Video Terkait