Ini Jamu Tradisional Agar Sapi Ternak Sehat dan Jauh dari Penyakit

Ilustrasi peternakan sapi. (Pixabay)

Penulis: Triana, Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 10 November 2022 | 21:00 WIB

Sariagri - Lebih murah dan terbukti efektif itu alasan kenapa jamu tradisional tetap menjadi pilihan bagi para peternak. Jamu yang dimaksud tidak hanya orang saja yang mengkonsumsinya, jamu juga dapat mengobati hewan seperti sapi yang sedang sakit.

Kematian sapi biasanya disebabkan karena cacingan atau kembung. Penyakit akibat infeksi cacing parasit atau Taenia saginata itu menyerang sejak sapi lepas sapih sampai dewasa, tidak ada sapi yang bebas dari ancaman cacing.

Namun, sapi yang berumur 6 sampai 8 bulan biasanya paling rentan terjangkit cacingan. Anak sapi akan mati dalam hitungan minggu jika tidak ada tindakkan yang tepat. Oleh karena itu, tindakan pengobatan harusnya segera dilakukan begitu ternak tampak lemas atau tidak nafsu makan.

Mengandalkan kombinasi berbagai herbal seperti buah pinang muda, daun pepaya, dan temulawak. Serta dengan menambahkan gula kelapa untuk memperbaiki rasa pada ramuan untuk mengatasi sapi yang mogok makan akibat perjalanan jauh.

Tambahan gula kelapa menyebabkan sapi menyukai ramuan. Terbukti, usai mengkonsumsi ramuan, sapi kembali makan dengan lahap. Hasil yang berbeda ketika sapi diberikan obat-obatan kimia.

Jangan kaget bila sapi malah terdiam seperti mau muntah usai diberi obat. Ramuan tersebut membuat multi efek pengobatan pada sapi. Jamu tradisional ampuh untuk berbagai penyakit lain, mulai dari masuk angin, diare, terkilir, luka luar, sampai untuk memandikan.

Baca Juga: Ini Jamu Tradisional Agar Sapi Ternak Sehat dan Jauh dari Penyakit
Masih Dianggap Paling Ampuh, Ternyata Ini Resep Jamu untuk Sapi Ternak

Beragam bahan herbal seperti rimpang rimpangan, daun sereh, daun jarak, bunga-bungaan, dan minyak goreng. Minyak goreng atau minyak kelapa berguna untuk perekat bahan-bahan ramuan.

Menambahkan minyak pada ramuan untuk obat luka luar dan terkilir yang terdiri atas rimpang kunyit dan daun sereh. Awalnya memblender atau menumbuk halus kedua herbal itu, menambahkan 10 persen minyak dari total ramuan, lalu memborehkan di tempat luka. Pemberian ramuan jamu tradisional tersebut dilakukan setiap pagi dan sore.