Gawat, Penyebaran Lumpy Skin di India Kian Mengkhawatirkan

Ilustrasi sapi. (Unsplash/Shengpengpeng Cai)

Editor: Dera - Rabu, 14 September 2022 | 17:00 WIB

Sebanyak lebih dari 57.000 sapi telah mati di India selama empat setengah bulan terakhir karena penyakit kulit lumpy (Lumpy Skin Disease/LSD) yang terus menyebar di negara Asia Selatan itu.

Daerah yang terdampak termasuk wilayah ibu kota Delhi, dan negara bagian Haryana, Punjab, Gujarat, Rajasthan, Uttar Pradesh dan Andhra Pradesh.

Kasus pertama dilaporkan pada bulan April di negara bagian barat Gujarat yang hingga saat ini mengalami kematian lebih dari 4.000 ternak. Sementara negara bagian Rajasthan melaporkan sekitar 27.000 kematian ternak sejauh ini.

Sebanyak lebih dari 170 kasus terdeteksi di antara ternak di selatan dan barat daya ibu kota India. Sejauh ini tidak ada kematian yang dilaporkan.

Menteri Lingkungan Delhi, Gopal Rai, mengatakan pemerintahnya telah mengambil berbagai langkah untuk mengendalikan penyebaran virus LSD. Departemen peternakan telah mendirikan klinik hewan keliling, bangsal isolasi khusus, dan nomor telepon bantuan darurat 24 jam untuk memerangi penyebaran infeksi.

Sejauh ini semuanya terkendali. Dua klinik hewan keliling sedang dikirim ke daerah yang terkena dampak. Masyarakat juga dapat menghubungi nomor telepon bantuan untuk perawatan ternak yang terinfeksi,” ujarnya, seperti dikutip Xinhua.

Sebelas tim respon cepat telah dibentuk untuk mengobati ternak yang terinfeksi, dan empat tim untuk meningkatkan kesadaran di kalangan petani dan penggembala ternak.

Para ahli mengatakan LSD merupakan infeksi virus yang menyerang ternak dan dapat ditularkan oleh lalat, nyamuk dan kutu. Penyakit itu menyebabkan demam dan bintil pada kulit, serta dapat menyebabkan kematian.

Guna mengendalikan penyebaran virus, Pemerintah India meminta negara bagian agar meningkatkan proses vaksinasi.

Pemerintah federal juga mengeluarkan imbauan kepada pemilik ternak agar menerapkan sembilan langkah utama untuk menahan LSD, termasuk menjaga kebersihan dengan layak, tidak memindahkan ternak yang terinfeksi ke luar, sanitasi tangan oleh pengasuh, penggunaan disinfektan untuk membunuh nyamuk dan lalat, makanan bergizi untuk yang terinfeksi, dan mengubur ternak yang mati dengan garam dan kapur.

Baca Juga: Gawat, Penyebaran Lumpy Skin di India Kian Mengkhawatirkan
HUT RI, Ahli Tekankan Sistem Kesehatan Hewan Perlu Ditingkatkan

Bulan lalu, Menteri Federal untuk Pertanian dan Kesejahteraan Petani, Narendra Singh Tomar, meluncurkan vaksin Lumpi-ProVacInd untuk melindungi hewan ternak dari LSD. Vaksin itu dikembangkan oleh National Research Center on Equines di negara bagian Haryana bekerja sama dengan Indian Veterinary Research Institute yang berbasis di negara bagian Uttar Pradesh.

Wabah LSD pertama kali dilaporkan di India pada tahun 2019. Setelahnya, lembaga penelitian di negara itu terlibat dalam pengembangan vaksin.

Video Terkait