Jaga Stabilitas Harga, Bapanas Tingkatkan Penyerapan Ayam dari Peternak

Ilustrasi ayam pedaging yang ada di Indonesia. (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 13 September 2022 | 13:30 WIB

Sariagri - Demi menjaga stabilitas harga ayam hidup di tingkat peternak, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memfasilitasi penyerapan live bird atau ayam hidup melalui kerja sama dengan BUMN serta asosiasi peternak dan pedagang.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyampaikan pihaknya sudah mulai menyerap 10 ton ayam hidup langsung dari peternak dalam dua hari ini seharga Rp21.000 per kilogram. Ia mengatakan jumlah ini masih akan bertambah seiring dengan upaya penyerapan yang terus dilakukan di bulan selanjutnya.

“Fasilitasi penyerapan ayam hidup ini merupakan salah satu langkah strategis untuk memberikan kepastian harga live bird di tingkat peternak. Ini merupakan upaya konkret dan akan terus dilakukan dengan menggandeng berbagai stakeholder peternakan,” jelas Arief dalam keterangan resminya.

Arief menyampaikan upaya fasilitasi ini merupakan hasil dari kolaborasi NFA bersama BUMN dan Asosiasi Perunggasan. BUMN melalui Perum Bulog dan Holding BUMN Pangan yang diwakili PT Berdikari, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, dan BGR Logistik Indonesia menyiapkan instrumen penyerapan dan logistiknya, sedangkan Asosiasi menyiapkan stok ayam hidup.

Adapun Asosiasi yang terlibat dalam kerja sama ini, di antaranya Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), dan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar).

"BUMN Pangan PT PPI dan PT Berdikari selaku offtaker melakukan pencarian dan pembelian live bird di lokasi sentra. Sedangkan NFA memberikan fasilitasi distribusi pangan dari lokasi kandang ke rumah potong unggas atau RPU. Selanjutnya, BUMN Pangan menyalurkan hasil produksi daging ayam ke Horeka dan distributor lainnya," jelasnya.

Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa penyerapan ayam hidup langsung dari peternak oleh BUMN Pangan dilakukan dengan Harga Acuan Pembelian dan Penjualan (HAP) daging ayam yang disepakati para stakeholder perunggasan.

“Sebagai solusi jangka panjang, NFA bersama para stakeholder peternakan telah duduk bersama menyusun dan menyepakati HAP daging ayam ras/live bird di tingkat peternak, yaitu Rp21-23.000. Angka ini berdasarkan perhitungan berbagai komponen biaya yang membentuk harga pokok produksi, seperti harga DOC, pakan, rata-rata berat panen, obat dan vaksin, serta biaya operasional,” paparnya.

Saat ini, kata Arief, HAP tersebut dalam proses pengundangan peraturan Badan Pangan Nasional.

"Seluruh pelaku usaha dan stakeholder perunggasan nasional harus komitmen untuk menjalankan HAP tersebut, sehingga stabilitas harga daging ayam baik di tingkat peternak dan konsumen dapat terjaga,” katanya.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga, Bapanas Tingkatkan Penyerapan Ayam dari Peternak
Malaysia Bakal Timbun Pasokan Ayam Demi Amankan Pasokan Dalam Negeri

Solusi jangka panjang lainnya, lanjutnya, membangun ekosistem perunggasan hulu-hilir, salah satunya dengan memastikan ketersediaan dan stabilitas harga jagung sebagai pakan.

Untuk menjaga pasokan jagung di sentra produksi unggas, sampai September ini NFA telah memfasilitasi pendistribusian jagung dari NTB ke Kendal dan Blitar sebanyak 2,7 juta kg.

Video Terkait