Cegah ASF, Negara Ini Larang Pelancong Bawa Daging Babi

Babi. (Foto: Unsplash)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 12 September 2022 | 15:00 WIB

Inggris memberlakukan larangan membawa daging babi bagi para pelancong yang masuk ke wilayahnya untuk melindungi industri babi dari Demam Babi Afrika.

Langkah itu diambil ketika penyakit yang sangat menular tersebut menyebar di daratan Eropa, dengan ribuan babi ternak dan babi hutan mati karena virus atau dimusnahkan.

Virus demam babi Afrika tidak menimbulkan ancaman bagi manusia, tetapi pemerintah memperingatkan bahwa wabah itu merupakan risiko bagi kawanan babi domestik.

Saat ini, wisatawan hanya dapat membawa maksimal 2 kg daging babi. Apa pun yang melebihi jumlah itu akan disita, kecuali jika terbukti diproduksi sesuai standar komersial Uni Eropa.

Asosiasi Babi Nasional menyambut baik kontrol perbatasan baru tersebutPenasihat kebijakan senior Asosiasi Babi Nasional, Rebecca Veale, mengatakan wabah Demam Babi Afrika (ASF) di Inggris berpotensi menghancurkan bisnis di seluruh negeri.

Kami sangat senang bahwa pemerintah memahami risiko Demam Babi Afrika terhadap kawanan babi nasional, dan mendengarkan seruan kami untuk bertindak sekarang secara signifikan untuk memperkuat perlindungan perbatasan,” ujarnya, seperti dikutip BBC.

Wabah ASF baru-baru ini dilaporkan terkait dengan pergerakan manusia di Italia dan Jerman, yang menunjukkan betapa mudahnya penyakit itu menular.

Sejak muncul dari Afrika Timur pada awal 1900-an, Demam Babi Afrika telah menyebar melalui Afrika sub-Sahara dan telah dilaporkan di 32 negara sejak tahun 2005.

Para ilmuwan mengaku mereka melihat lompatan geografis yang besar pada penyakit itu, yang kemungkinan besar terkait dengan aktivitas manusia.

Bulan lalu, pelaku bisnis mengkritik Pemerintah Inggris karena menunda pemeriksaan ekstra pada impor Uni Eropa, dan menyebut perbatasan dibiarkan rentan terhadap produk yang tidak aman.

Kekhawatiran kami meningkat menjadi kondisi yang mengkhawatirkan dalam muatan van kecil daging yang memasuki Inggris dari daerah-daerah Demam Babi Afrika, tetapi tanpa pemeriksaan perbatasan. Jadi, kami sangat lega bahwa langkah-langkah baru itu harus segera diterapkan,” terang Nick Allen, dari The British Meat Processors Association.

Badan Kesehatan Hewan dan Tumbuhan Inggris juga telah menetapkan tingkat risiko virus ASF dapat dibawa ke Inggris Raya menjadi sedang.

Penelitian oleh badan tersebut menemukan bahwa cara yang paling mungkin untuk memperkenalkan virus adalah oleh anggota masyarakat yang membawa daging babi atau produk babi dari negara yang terkena ASF. Saat ini tidak ada vaksin yang tersedia.

Baca Juga: Cegah ASF, Negara Ini Larang Pelancong Bawa Daging Babi
Awasi Pangan Hasil Olahan Hewan untuk Cegah Penyebaran Patogen

Wakil Kepala Petugas Veteriner Inggris, Richard Irvine, mengatakan jika demam babi Afrika mencapai Inggris, hal itu akan berdampak parah dan merusak industri babi dalam negeri.

Satu wabah penyakit yang sangat menular ini juga akan merusak hubungan dengan mitra dagang kami dan mengancam mata pencaharian ribuan peternak babi kami,” pungkasnya.

 

Video Terkait