Mulai Oktober 2022, Malaysia Izinkan Peternak Tertentu Ekspor Ayam

Ilustrasi peternakan ayam. (pixabay)

Editor: Dera - Jumat, 2 September 2022 | 18:00 WIB

Sariagri - Malaysia akan mencabut larangan ekspor ayam pada Oktober 2022. Namun hanya peternakan tertentu yang akan diberikan izin ekspor agar tidak mengganggu pasokan untuk konsumsi domestik.

Mengutip Straits Times, Ketua Gugus Tugas Anti-inflasi Annuar Musa mengatakan, pemerintah Malaysia menyetujui permintaan para pelaku industri, baik lokal maupun internasional untuk mengizinkan ekspor ayam. Apalagi saat ini ada surplus ayam dalam beberapa bulan terakhir.

“Kabinet telah membahas dan memutuskan bahwa prioritas harus tetap diberikan pada konsumsi domestik terlebih dahulu, meskipun ada sedikit kelebihan pasokan. Ini dapat membantu menurunkan harga sedikit untuk penduduk setempat,” ujar Annuar Musa. 

“Tetapi karena kami memiliki kapasitas untuk mengekspor, dan setelah mempertimbangkan semuanya, diputuskan bahwa kami hanya akan mengizinkan peternakan tertentu untuk tujuan ekspor,” tambahnya.

Peternak ayam harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari Kementerian Pertanian dan Industri Pangan sebelum dapat mulai mengekspor. Namun Pemerintah Malaysia masih belum merinci jumlah ayam yang akan diekspor ke luar negeri.

Mekanisme tersebut akan diawasi ketat oleh satgas untuk memastikan tersedianya 70 juta ekor ayam per bulan atau 2,3 ??juta ekor per hari untuk konsumen dalam negeri.

Malaysia sempat kekurangan pasokan ayam

Sebelum pelarangan ekspor, Malaysia mengekspor 3,6 juta ayam dalam satu bulan. Negeri Jiran ini memasok sekitar sepertiga ayam Singapura, yang berarti hampir 73.000 ton per tahun dan merupakan sumber ayam impor terbesar kedua setelah Brasil.

Malaysia memberlakukan larangan ekspor ayam pada 1 Juni 2022. Hal tersebut dilakukan karena adanya kekurangan pasokan daging ayam dalam negeri, yang menyebabkan beberapa pedagang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan.

Harga tertinggi pemerintah untuk ayam standar mulai 1 Juli adalah 9,40 ringgit Malaysia atau sekitar Rp31.160 per kg. Harga tersebut akan tetap berlaku hingga 31 Agustus 2022.

Baca Juga: Mulai Oktober 2022, Malaysia Izinkan Peternak Tertentu Ekspor Ayam
Pemerintah Jamin Ketersediaan Produk Ternak

Larangan ekspor sebagian dicabut menyusul keputusan Kabinet pada 8 Juni, yang mengizinkan ekspor ayam kampung hidup ke Singapura. Namun larangan ekspor ayam broiler komersial merupakan porsi terbesar impor ayam Singapura dari Malaysia, masih berlaku.

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob juga mengatakan pemerintah menghabiskan 720 juta ringgit Malaysia dalam bentuk subsidi untuk menjaga harga ayam tetap rendah di tengah inflasi. Subsidi pakan ayam, bagaimanapun, dihapus dari 1 Juli.