6 Kendala yang Sering Terjadi ketika Memelihara Burung Cendet

Ilustrasi burung cendet (Wikimedia Commons)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 31 Agustus 2022 | 15:00 WIB

Sariagri - Burung cendet adalah burung kicau yang banyak dipelihara. Ia memiliki suara lantang dan bervariasi. Namun sayangnya, penampilan dan performanya tidak sebaik di habitat aslinya.

Burung ini kerap menunjukkan perilaku yang meresahkan. Bahkan ia juga menunjukkan kegarangan seperti predikatnya sebagai burung predator di alam bebas. Hal inilah yang menjadi kendala bagi pemilik cendet.

6 kendala yang sering terjadi pada burung cendet

Umumnya permasalahan ini juga dipengaruhi oleh pola perawatan dan faktor usia. Merangkum dari berbagai sumber, berikut permasalahan burung cendet yang dirawat dalam sangkar serta cara mengatasinya.

1. Mengembangkan bulunya

Biasanya cendet akan mengembangkan bulu ketika kondisinya kurang prima, suhu dingin, dan sedang sakit. Ini menjadi pertanda jika burung tersebut mengalami kekurangan asupan nutrisi terutama dari ekstra fooding (EF).

Solusinya yaitu dengan menambahkan porsi EF secukupnya atau bisa mengakali dengan mencampur voer ayam yang berprotein tinggi ke dalam voer harian cendet.

2. Terlalu hiperaktif (salto)

Perilaku lainnya yang juga banyak ditemui pada burung cendet yaitu terlalu hiperaktif hingga melakukan salto. Biasanya perilaku ini terjadi akibat faktor kebiasaan (pola perawatan ketika burung pertama kali dirawat), atau bisa juga akibat kondisi cendet sedang over birahi.

Tentu hal ini bisa mengurangi penampilannya terutama ketika sedang diikutkan kontes burung lomba. Cara untuk mengurangi perilaku ini bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut ini:

• Memandikan burung cendet pada malam hari.
• Memberikan ranjau seperti tali atau karet gelang pada bagian atas sangkarnya.
• Menempatkan beberapa pangkringan dengan posisi saling menyilang.
• Menempatkan burung dalam kandang berukuran besar atau kandang aviary sampai perilakunya berkurang.
• Mengatur ulang porsi EF dan burung rutin diberikan multimineral.

3. Mencabut bulunya sendiri

Mencabuti bulu atau ciak bulu, sebenarnya merupakan perilaku umum lain yang sering dilakukan cendet. Namun kebiasaan ini bisa juga akibat beberapa faktor, antara lain kondisi bulu terlalu kering, infeksi tungau bulu, burung stres atau ngedrop, dan burung kekurangan mineral.

Jika sudah terlalu sering mencabuti bulu, tentu saja membuat bulu-bulu di tubuh burung terutama ekor mengalami kerusakan. Adapun cara mengatasinya yaitu dengan:

• Mandikan burung cendet sesering mungkin.
• Menghentikan penjemuran selama proses terapi dan masa penyembuhannya.
• Menggunakan obat-obatan yang khusus untuk mengatasi masalah tungau bulu.
• Meletakkan burung di tempat tenang dan jauh dari burung lain.
• Memberikan tambahan multivitamin secara rutin.

4. Sering ngeleper atau menggetarkan sayap

Ngeleper atau menggetar-getarkan sayap merupakan kebiasaan yang umum dilakukan cendet, terutama yang berusia muda.

Hal ini dikarenakan ketika itu, burung merasa belum terpenuhi kecukupan pakan atau gizinya. Solusinya yaitu dengan menambahkan porsi EF secukupnya atau lebih banyak daripada biasanya. Selain itu juga bisa dengan memandikan dan menjemurnya secara teratur.

5. Sering bersikap galak

Sebagai burung predator, membuat karakteristiknya ganas dan galak. Terutama ketika memasuki masa kawin atau birahinya naik, pola perawatan harian kurang maksimal terutama pola mandi dan jemur, burung kekurangan nutrisi yang seimbang, atau bisa juga karakter bawaan burung itu sendiri.

Baca Juga: 6 Kendala yang Sering Terjadi ketika Memelihara Burung Cendet
4 Hal yang Wajib Diperhatikan Ketika Memelihara Burung Cendet

Solusi tepatnya yaitu dengan mengawinkannya dan memenuhi semua kebutuhannya agar burung merasa nyaman.

6. Jarang mengeluarkan bunyi

Biasanya cendet yang jarang bunyi diakibatkan oleh beberapa faktor pemicu, diantaranya burung yang baru dibeli, kalah mental sehingga mengalami stres atau ngedrop atau kondisinya sedang sakit. Jika sudah begitu, Sobat Agri bisa melakukan perawatan dengan:

• Menggantang burung di tempat tenang dan perdengarkan suara terapi alam.
• Memberikan pakan tambahan yang bervariasi atau full EF selama beberapa hari.
• Melakukan pemasteran.
• Melakukan pengembunan secara rutin.
• Membangkitkan mental predatornya dengan cara memberikan burung untulan.

Video Terkait