Mengenal Theileria Orientalis Ikedia, Penyakit Protozoa yang Menyerang Sapi

Ilustrasi peternakan sapi. (Pixabay)

Editor: Putri - Selasa, 23 Agustus 2022 | 20:00 WIB

Sariagri - Beberapa waktu lalu, di Amerika Serikat (AS) terdapat penyakit Theileria Orientalis Ikedia yang menyerang sapi. Penyakit protozoa ini menyerang sel darah merah dan putih dan menyebabkan sapi lesu, lemah, bahkan mati.

Dengan daya tahan tubuhnya, sapi kemungkinan bisa sembuh namun akan menjadi pembawa protozoa (carrier) di sepanjang hidupnya. Sejauh ini belum ada vaksin atau pengobatan untuk mencegah atau menyembuhkan penyakit ini.

Perlu diperhatikan bahwa penyakit theileria ternyata disebarkan oleh kutu bertanduk panjang Asia (Asian Longhorned Tick). Cara pencegahan yang bisa dilakukan adalah memantau kawanan sapi dengan memeriksa kutu secara teratur.

Jika keberadaan kutu bertanduk panjang Asia dikonfirmasi di suatu daerah, maka tindakan rutin yang harus dilakukan adalah pemantauan rutin, perawatan hewan. Selain itu pengelolaan satwa liar serta habitat di sekitar sapi.

Untungnya, penyakit sapi ini tidak mengancam kesehatan manusia. Manusia tidak dapat terserang penyakit setelah kontak atau mengonsumsi daging dari hewan yang terkena penyakit ini. Asalkan daging dimasak pada suhu yang sesuai.

Tindakan Pencegahan

Mengutip Richmondregister.com, peternak sapi dapat meminimalkan risiko paparan kutu bertanduk panjang Asia dengan tindakan seperti berikut:

1. Monitor untuk Kutu Tanduk Panjang Asia

Periksa kondisi ternak secara teratur untuk mencari kutu tersebut, terutama pada bagian kepala dan leher, panggul dan punggung, ketiak, selangkangan, dan bawah ekor. Periksa ternak dengan hati-hati karena kutu ini berukuran kecil. Ketiga tahap kutu (larva, nimfa, dan dewasa) dapat berada pada hewan secara bersamaan.

Gejala yang harus diperhatikan pada sapi termasuk lesu, rendahnya penambahan berat badan, bulu tidak merata, dan tanda-tanda anemia. Jika diperlukan, pemeriksaan ini bisa melibatkan dokter hewan.

2. Pengendalian kutu secara kimiawi

Setelah kutu ditemukan, pertimbangkan pengendalian kutu secara kimiawi. Obat ivermectin bisa digunakan untuk mematikan kutu. Periode potensial penularan tertinggi biasanya mulai Maret hingga November. 

3. Modifikasi habitat

Baca Juga: Mengenal Theileria Orientalis Ikedia, Penyakit Protozoa yang Menyerang Sapi
India Hadapi Wabah Lumpy Skin Disease yang Menyerang Hewan Ternak



Kutu bertanduk panjang Asia ini tidak suka terkena sinar matahari atau kelembaban rendah. Mereka menyukai rumput dan semak yang tinggi untuk kelangsungan hidupnya. Jadi potonglah rumput sebelum membawa hewan ternak ke padang rumput.

Perlu diingat bahwa kutu ini dapat bertahan hidup dalam waktu lama tanpa makan. Selain itu, satwa liar di padang rumput yang tidak digembalakan juga dapat mempertahankan populasi kutu.

Video Terkait