Malaysia Pelajari Permohonan Peternak untuk Cabut Larangan Ekspor Ayam

Ilustrasi daging ayam beku (Istimewa)

Editor: Putri - Senin, 15 Agustus 2022 | 18:00 WIB

Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob, mengatakan pemerintahnya sedang mempelajari proposal untuk mencabut larangan ekspor ayam. Ismail Sabri menjelaskan bahwa para peternak unggas mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk meninjau larangan tersebut.

“Kami akan membahasnya dan jika kami merasa ekspor dapat diizinkan tanpa mempengaruhi pasokan lokal, kami dapat mempertimbangkan untuk meninjaunya,” kata PM Malaysia, mengutip Bernama, Senin (15/8/2022).  

Dia menambahkan, hal itu sedang dibahas dan Menteri Pertanian dan Industri Makanan Datuk Seri Dr Ronald Kiandee. Keduanya akan memberikan rincian tentang produksi ayam untuk September 2022.

Kami khawatir jika kami mengizinkan 3,6 juta unggas diekspor sebulan, pasokan di dalam negeri akan terpengaruh. Kalau suplai turun, harga akan naik. Makanya saya minta menteri melihat proyeksi produksi ayam bulan depan,” jelas Ismail Sabri.

Hal itu dikatakan PM Malaysia usai mengunjungi Paviliun Pahang pada Pameran Pertanian, Hortikultura, dan Agrowisata Malaysia 2022 di Malaysia Agro Exposition Park Serdang, Sabtu 13 Agustus 2022. .

Baca Juga: Malaysia Pelajari Permohonan Peternak untuk Cabut Larangan Ekspor Ayam
Kelebihan Stok Ayam, Pemerintah Malaysia Akan Tinjau Izin Ekspor

Pemerintah Malaysia akan mempertimbangkan kepentingan semua pihak dan memastikan bahwa rakyat tidak akan terpengaruh oleh keputusannya. Kementerian Pertanian Malaysia diharapkan dapat membuat laporan tentang proyeksi produksi ayam pada minggu depan.

Ismail Sabri juga menginstruksikan Kementerian Perdagangan dan Konsumen Dalam Negeri untuk menyiapkan daftar barang-barang yang menjadi lebih murah dan yang belum mengalami penurunan harga.

Ini agar pemerintah bisa fokus menurunkan harga barang, tukasnya. 

Video Terkait